Potret Buruk Proyek Dampingan Jaksa di Pedalaman NTT Milik BUMN PT Adhi Karya Sebesar Rp147.1 Miliar

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Jumat, 20 Maret 2026 | 11:18 WIB
Salah satu proyek milik PT Adhi Karya yang berada di wilayah Manggarai, Provinsi NTT. Masyarakat minta proyek dampingan Kejaksaan Tinggi NTT itu segera diperbaiki.  (Idenusantara.com/CM)
Salah satu proyek milik PT Adhi Karya yang berada di wilayah Manggarai, Provinsi NTT. Masyarakat minta proyek dampingan Kejaksaan Tinggi NTT itu segera diperbaiki. (Idenusantara.com/CM)

• Rehabilitasi Sistem Pengelolaan: Penerapan sistem manajemen berbasis teknologi untuk operasi dan pemeliharaan jaringan.

Sesuai kontrak, proyek dikerjakan mulai bulan September 2025 selama 94 hari kalender. Pendanaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerja Umum direktorat jenderal sumber daya air balai besar wilayah sungai nusa Tenggara II (dua), Satker NVT pelaksanaan jaringan pemanfaatan air NT II (dua). Pada papan info proyek tidak tertulis kalau pekerjaan itu didampingi Kejagung yang diturunkan ke Kejaksaan Tinggi NTT dan Kejari. 

Pada kamis (19/3/2026), idenusantara.com mendatangi dua lokasi proyek di antara puluhan paket yang diduga bermasalah. Di Wae Locak II (dua) dan Wae Ras desa Bangka Lao. 

Idenusantara.com selanjutnya mendatangi wae tiwu sengit, rana tonjong manggarai timur dan wae rawak, nggalak, reok barat, kabupaten manggarai. 

Siapa owner Adhi Karya?

Potret Irigasi wae locak II (dua)
Potret Irigasi wae locak II (dua) (IDN.com)

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek, per 30 September 2025 pengendali saham ADHI adalah pemerintah Indonesia, melalui PT Danantara Asset Management (Persero) dengan kepemilikan sebanyak 5,40 miliar saham.

Jumlah itu setara dengan 64,33 persen dari total modal disetor dan ditempatkan. Negara Indonesia juga tercatat sebagai penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham ADHI, alias pemilik perusahaan Adhi Karya.

Sementara masyarakat(non-warkat) menguasai saham ADHI sebanyak 2,99 miliar saham, atau setara dengan 35,61 persen dari total saham terdaftar.

Melansir laman resmi Adhi Karya, per akhir 2024 pemegang saham minoritas ADHI antara lain sejumlah perusahaan asuransi, lembaga dana pensiun swasta & milik negara, yayasan kesejahteraan pegawai, dan sebagainya.

Harga saham ADHI dibuka di level Rp262 per saham. Dalam satu bulan terakhir, harga ADHI menurun 3,60 persen. Namun jika dilihat hingga enam bulan terakhir, harga saham ADHI naik 36,73 persen.

Itulah informasi singkat tentang siapa pemilik saham ADHI.

Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini juga memiliki enam divisi yang berkantor di Medan, Palembang, Jakarta, Surabaya, Balikpapan, dan Makassar.

Perusahaan ini memiliki tiga anak perusahaan: Adhi Persada Beton, Adhi Persada Gedung, dan Adhi Persada Properti.

PT Adhi Karya(Persero),tbk merupakan salah satu badan usaha milik negara yang bergerak di bidang konstruksi yang terkemuka di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X