Datang, Lihat, Bantu: Gubernur NTT Bedah Rumah Warga Tak Layak Huni di Kabupaten Kupang

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Minggu, 21 Juni 2026 | 11:51 WIB
Datang, Lihat, Bantu: Gubernur NTT Bedah Rumah Warga Tak Layak Huni di Kabupaten Kupang (Foto: Dok. NttPride)
Datang, Lihat, Bantu: Gubernur NTT Bedah Rumah Warga Tak Layak Huni di Kabupaten Kupang (Foto: Dok. NttPride)

Idenusantara.com-Pemimpin tak cukup hanya hadir saat seremoni dan potong pita. Kadang ia harus turun langsung, melihat, dan merasakan bagaimana rakyatnya bertahan di tengah keterbatasan.

Itulah yang dilakukan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, Jumat 19 Juni 2026. Ia menyambangi rumah-rumah warga tak layak huni di Desa Mata Air, Kupang Tengah, dan Desa Bomata Timur, Taebenu, Kabupaten Kupang. Bukan agenda seremonial, tapi kerja nyata memastikan negara hadir.

Baca Juga: Terpilih Aklamasi, Rikardus Persly Resmi Pimpin Golkar Matim: Saatnya Kembalikan Kejayaan Partai

"Lapor Beta" - Janji Gubernur untuk Fildin di Mata Air

Rumah pertama yang disinggahi milik Fildin Virgio Vance Hovny, tukang serabutan, ayah dari dua anak. Tinggal di lahan 150 meter persegi bersertifikat sejak 2022, tapi kondisi rumah jauh dari layak.

Dialog singkat membongkar masalah besar: Fildin sekeluarga belum pernah dapat PKH atau PIP. Penyebabnya, perubahan data kependudukan bikin nama mereka belum masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Tanpa menunggu lama, Gubernur Melki langsung perintahkan Dinas Sosial verifikasi dan kejar perubahan data.

"Pokoknya kalau memang ada kesulitan, lapor beta. Nanti beta bicara dengan Menteri atau Wakil Menteri supaya bapak dapat hak-haknya," tegas Melki.

Soal rumah, ia pastikan masuk program bedah rumah Pemprov NTT via Dinas PUPR.

"Nanti soal rumah, kita bedah. Dari PUPR Provinsi yang bantu urus, pakai dana provinsi," katanya.

Baca Juga: Negara Tak Kunjung Datang, Warga dan Agen Travel Sikka Selamatkan Akses Wisata Watublapi

Mama Bernadete dan Otnial Meto, Giliran Dapat Giliran

Perjalanan berlanjut ke Mama Bernadete Simbani. Tinggal bersama anak bungsu dan cucu di rumah sederhana. Karena tanah milik sendiri dan fondasi sudah ada, Gubernur pastikan bedah rumah dimulai Juli 2026.

"Karena tanah milik mama sendiri dan sudah ada fondasi, itu akan mempermudah proses pengerjaan," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X