idenusantara.com -- Belum berjalan setahun proyek pembangunan gedung rawat inap RSUD Borong yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus tahun anggaran 2025 sudah menunjukan keretakan di beberapa titik.
Proyek yang menelan pagu anggaran sebesar Rp19.040.000.000 ini dikerjakan oleh PT. Cahaya Putra Sampurna dengan pengawasan PT. Citra Ngada Plan.
Kondisi bangunan yang baru saja rampung di bangun, Namun sangat disayangkan, bangunan yang baru seumur jagung tersebut sudah mengalami keretakan di beberapa sisi gedung, yang menimbulkan kekecewaan di kalangan warga masyarakat Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
Dana Alokasi Khusus, yang selanjutnya disingkat DAK, adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.
Salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyayangkan buruknya kualitas pembangunan tersebut. Ia mencurigai adanya kelalaian dalam proses pengerjaan.
Baca Juga: Kasus Uang Masuk Rekening Triliunan Rupiah dan BRI Bungkam, Warganet : itu Pencucian Uang
“Proyek itu belum sampai satu tahun, kalau tidak salah ingat baru berjalan enam bulan selesai dikerjakan. tapi sudah rusak yang dimana terjadi keretakan di beberapa titik,”ungkap warga kepada wartawan jumat (17/07/2026).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk segera memeriksa para pihak yang terlibat dan bertanggungjawab (kontraktor dan PPK) atas Pembangunan sarana gedung rawat inap RSUD Borong, kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT, yang dikerjakan oleh PT. CAHAYA PUTRA SAMPURNA dengan pagu Rp19.040.000.000, HPS Rp19.040.000.000 dengan harga penawaran Rp19.015.387.588
Permintaan itu disampaikan ED, salah satu warga yang berada di lokasi tersebut kepada wartawan tim media ini pada jumat (17/07/2026), terkait kondisi bangunan rawat inap RSU Borong, Manggarai Timur, NTT.
"Tentunya minta APH untuk turun tangan. Kalau bisa KPk," Ujarnya
Pantauan idenusantara.com dilapangan, terlihat dinding bangunan tersebut retak mulai dari bawah hingga ke atas plafon.
Diduga keretakan dinding itu dikarenakan saat pembangunan gedung disetiap sekat ruangan tidak menggunakan slop atau besi angker, sehingga bagunan tersebut turun dan mengakibatkan dinding retak.
Ada beberapa dugaan penyebab retak pada dinding bangunan:
Artikel Terkait
Kaget Saldo Mendadak Jadi Rp 1 Triliun, Nasabah Minta Penjelasan Bank BRI Unit Penfui Kupang
Kasus Uang Masuk Rekening Triliunan Rupiah dan BRI Bungkam, Warganet : itu Pencucian Uang
Terkuak! Empat Temuan Fatal di Proyek Irigasi Rp102 Miliar, Petani Terancam Gagal Panen
Kasus Proyek Rp102 M PT Adhi Karya Sempat Dilaporkan, Kejari Manggarai Didesak Buka Status Penanganannya