daerah

SMPN 5 Kota Komba Kampanye untuk Menciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman

Jumat, 14 Februari 2025 | 22:36 WIB
Siswa SMP Negeri 5 Kota Komba,berlokasi di Ketang desa Golo Tolang,Kecamatan Kota Komba Utara,Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Matim - Siswa SMP Negeri 5 Kota Komba,berlokasi di Ketang desa Golo Tolang,Kecamatan Kota Komba Utara,Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan kampanye "Sekolah Tanpa Perundungan" untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi satuan pendidikan.

Kampanye ini bertujuan untuk mengurangi perundungan dan kekerasan di sekolah, serta meningkatkan kesadaran dan empati di antara siswa.

Ini salah satu progam SMP Negeri 5 Kota Komba yaitu Projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) Bangunlah Jiwa dan Raganya dengan tema Projek " Sekolah Tanpa Perundungan", Kegiatan kampanye ini berlangsung di halaman sekolah yang terbagi dalam lima kelompok.(Jumat,14 Februari 2025).

"Kampanye Sekolah Tanpa Perundungan adalah sebuah upaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif bagi semua siswa, tanpa adanya perundungan atau kekerasan. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk mengurangi insiden perundungan di sekolah dan meningkatkan kesadaran dan empati di antara siswa, guru, dan orang tua." Ungkap Hubertus Basri,Selaku Koordinator P5 Bangunlah Jiwa dan Raganya kepada Suaraburuh.com

Hubertus Basri menjelaskan,Maksud dari Kampanye Sekolah Tanpa Perundungan di SMP Negeri 5 Kota Komba yaitu :

1. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
2. Mengurangi insiden perundungan di sekolah.
3. Meningkatkan kesadaran dan empati di antara siswa, guru, dan orang tua.
4. Membangun jaringan dukungan di antara siswa, guru, dan orang tua.
5. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan menciptakan lingkungan belajar yang positif, serta melatih mental dari peserta didik itu sendiri.

"Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa, tanpa memandang latar belakang atau status sosial," Lanjut Basri

Siswa juga akan diajarkan tentang cara mengatasi perundungan dan kekerasan, serta bagaimana menjadi teman yang baik dan mendukung semua aktivitas yang ada di lingkungan sekolah tersebut.

"Kami berharap kampanye ini dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan mendukung bagi semua siswa, dan kegiatan projek bangunlah jiwa dan raganya ini tidak sebatas sampai disini saja, akan tetapi kegiatan projek bangunlah jiwa dan raganya ini nantinya sampai gelar karya di bulan Juni yaitu masing-masing kelompok membuat dokumenter film pendek dengan judul sekolah tanpa perundungan, semua ide dan gagasan dalam film tersebut hasil karya dari siswa itu sendiri," tutup Hubertus Basri.***

Tags

Terkini