Manggarai Timur, idenusantara.com - Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH.M.Hum, meresmikan Gedung Baru SMAN 8 Poco Ranaka bantuan Dana Alokasi khusus (DAK) Provinsi NTT Tahun anggaran 2024. Jumat, [28/03/2025]
Bupati Agas disambut dengan kepok Curu dan Tarian 'tiba meka' oleh siswa SMAN 8 Poco Ranaka. Turut hadir ketua PKK Manggarai Timur, Ibu Theresia Wisang, Pemerintah Desa, Pengawas Sekolah SMA, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.
Acara peresmian tersebut diawali dengan Misa Pemberkatan Gedung oleh Romo Jhon Tala, Pastor Paroki Tanggar.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH.M.Hum., dalam sambutannya mengatakan Meskipun Secara Nomenklatur SMA dibawah kewenangan Provinsi, sebagai Kepala Daerah dirinya punya tanggung jawab moril terhadap Kualitas pendidikan di Manggarai Timur.
Maka untuk itu, Bupati Agas akan bekerja sama dengan Para kepala sekolah untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi NTT.
"Pembangunan gedung SMAN 8 Poco Ranaka ini melalui tahapan panjang. Dengan relasi yang ada di pemerintah Provinsi pemerintah Daerah melakukan komunikasi terkait segala kekurangan yang ada", ungkapnya
Menindaklanjuti program presiden Prabowo Subianto dimana Pendidikan menjadi skala prioritas, maka pemerintah daerah dan Provinsi akan bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
"Salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan gedung sekolah yang nyaman, sarana prasarana yang memadai, standar kualitas tenaga pengajar dan sarana prasarana penunjang pembelajaran ", ungkap Bupati Agas Andreas
Dengan bantuan gedung yang ada lanjut Bupati Agas, SMAN 8 Poco Ranaka bisa menjadi lembaga pendidikan yang mencetak pemimpin masa depan.
Baca Juga: Soal Dana PIP, Kadis PPO Manggarai Timur Akan Panggil Kepala SDI Wae Kool
Sesuai dengan visi besar kita menyambut Indonesia emas 2045, Tantangan terbesar kita bersama adalah bagaimana melahirkan generasi dengan sumber daya yang baik. Tentu hal ini menjadi tugas bersama terutama tenaga pendidik.
Sementara, Kepala SMAN 8, Hamdrikus Jemi, S.Pd, gr., mengatakan Apa yang terjadi hari ini mengingatkan saya pada tahun 2014 lalu. Kondisi SMAN 8 pada saat itu sangat memprihatinkan. Gedung sekolah tidak ada. Melaksanakan Kegiatan belajar mengajar di SMPN 7 Poco Ranaka pada sore hari.
Bukan hanya keterbatasan gedung sekolah, tenaga guru dan pagawai juga menjadi kendala utama saat itu. Namun atas semua kekurangan kepala SMAN 8 bekerja sama dengan orang tua murid dan tokoh masyarakat untuk mendirikan ruangan darurat.