”Kita sadar NTT masih menghadapi banyak tantangan besar : kemiskinan ekstrem, prevalensi stunting yang masih tinggi, keterbatasan infrastruktur dasar, serta layanan kesehatan dan pendidikan, ruang fiskal yang sempit, belum optimalnya pengolahan potensi daerah, serta berbagai tantangan lainnya. Dengan kondisi seperti ini, dibutuhkan aparatur yang tidak hanya bekerja cerdas dan keras, tetapi juga berdedikasi penuh dan memiliki komitmen serta integritas tinggi sebagai pelayan publik,” katanya.
”Jabatan yang diterima ini ditetapkan melalui proses seleksi yang objektif, transparan, dan sesuai regulasi. Maka, jawablah semua kepercayaan ini dengan kerja keras, keteladanan, kinerja, dan prestasi untuk jabatan masing-masing,” pesan Gubernur Melki.
”Saya bersama Bapak Wakil Gubernur Johanis Asadoma berkomitmen penuh untuk membangun birokrasi Provinsi NTT berbasis merit system, bukan sekadar kedekatan atau kepentingan yang bersifat primordial. Kami tidak segan-segan melakukan evaluasi berkala, karena kita ingin birokrasi NTT tampil sebagai birokrasi yang berakhlak, berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.” tegas beliau.