"Panggilan ini bukan tentang menjadi besar, melainkan tentang menjadi kecil di antara yang kecil, menjadi pelayan bagi mereka yang terpinggirkan," tegasnya, mengutip semangat Fransiskan yang akan ia hidupi.
Sinergi Gereja dan Pemerintah dalam Pembangunan
Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah tamu undangan, termasuk unsur Forkompinda, serta perwakilan dari Kantor Kementerian Agama RI.
Wakil Bupati Fabianus Abu yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan apresiasi dan selamat.
Ia menyebut Gereja dan pemerintah memiliki hubungan yang erat dalam membangun kehidupan umat dan masyarakat seluruhnya.
Wabup Fabi berharap kehadiran Pater Stefan sebagai imam baru dapat menjadi motivator bagi kaum muda dan membawa semangat pembaharuan dalam pelayanan moral masyarakat.
"Gereja berperan dalam membangun iman dan moral, sementara pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan. Keduanya harus saling bersinergi," tutur Wabup Fabi.
Kebahagiaan yang sama turut disampaikan oleh Pastor Paroki St. Fransiskus Asisi Karot, Pater Bonevantura Y. Lelo, OFM.
Dalam sambutannya, Imam yang akrab disapa Pater Bovan ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar.
Ia juga mengapresiasi sumbangsih, keterlibatan, dan dukungan dari segenap umat. Menurutnya, kehadiran semua pihak—mulai dari perangkat adat, pemerintah, hingga para Romo—adalah tanda dukungan yang luar biasa kepada Pater Stefan, yang kini memulai babak baru dalam hidupnya.
"Ini adalah momen sakral di mana umat menegaskan kembali dukungan dan cinta yang begitu besar bagi kami para Imam, khususnya Pater Stefan untuk melanjutkan karya Kristus di dunia," ujarnya.
Pater Bovan juga mengungkapkan refleksi mendalam. Menurutnya, perayaan ini bukanlah sekadar acara syukuran atas pencapaian pribadi Pater Stefan, melainkan sebuah peneguhan atas sebuah perutusan luhur.