Refafi dan Heri memperlihatkan bahwa komunikasi, silaturahmi, dan keakraban tetap bisa dijaga meski arah perjuangan kini berbeda.
Candaan Refafi, "Satu rumah, beda kamar", menjadi metafora yang indah: bahwa mereka masih dalam rumah besar yang sama, yaitu rumah kebangsaan dan persahabatan.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Mentan Amran Capai Target Swasembada Dalam Satu Tahun
Acara ramah tamah itu berakhir dengan suasana penuh keakraban. Lagu-lagu daerah dinyanyikan bersama, canda berbalas tawa, dan kamera-kamera ponsel sibuk mengabadikan momen langka itu. Tidak ada garis batas di meja makan, hanya cerita lama yang dibalut nostalgia dan rasa hormat.
Sebelum berpamitan, Refafi sempat menepuk bahu Heri sambil tersenyum. "Kapal boleh beda, tapi lautnya tetap sama," katanya singkat.
Kalimat itu seolah menutup pertemuan dengan makna yang dalam, bahwa dalam politik sekalipun, yang abadi bukanlah posisi, melainkan persahabatan.