Idenusantara.com - Jumlah babi yang mati mendadak akibat serangan African Swine Fever atau Virus ASF semakin bertambah.
Dilansir dari website resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia African Swine Fever atau Virus ASF adalah penyakit yang menyerang babi dengan tingkat penularan yang sangat cepat.
Sampai saat ini belum ada pengobatan dan juga vaksin untuk mencegah penyakit ASF pada babi. Namun, virus ini sangat mematikan pada babi jika tidak dicegah.
Baca Juga: Heboh! Korban Tewas Kecelakaan Ditetapkan Jadi Tersangka, Kinerja Polri Tuai Kritikan
Oleh karena itu, tindakan pencegahan yang disarankan adalah menjalankan biosekuriti yang baik di peternakan, agar babi yang lain tidak tertular. Berikut cara agar babi tidak terinfeksi ASF:
1. Menjaga kesehatan babi dengan memberikan pakan yang baik. Jangan berikan pakan babi dengan sisa makanan restoran atau hotel. Jika menggunakan makanan dari sisa-sisa makanan restoran atau hotel, maka makanan tersebut harus dimasak mendidi terlebih dahulu sekurang-kurangnya satu jam agar bebas dari virus ASF.
2. Menjaga kebersihan kandang
3. Memisahkan babi yang sakit dari babi-babi yang sehat
Baca Juga: Viral di Media Sosial! Pasangan Kekasih Nekat Buat Hal Tidak Senonoh di PinggirJalan
4. Tidak mengizinkan orang lain yang telah berkunjung ke kandang babi lain untuk masuk peternakan babi kita.
5. Mencelupkan alas kaki atau sepatu kandang dalam desinfektan sebelum memasuki kandang babi.
6. Senantiasa mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk ke dalam kandang babi dan setelah keluar dari kandang babi.
Baca Juga: Curi Mesin Molen, Tiga Warga Kota Bima Diringkus Polisi
7. Jika menemukan babi yang sakit, segera hubungi petugas dari dinas yang membidangi kesehatan hewan atau dokter hewan atau paramedis di wilayah terdekat.
Selain itu, untuk babi yang terkena penyakit ASF, isolasi hewan sakit dan peralatan serta dilakukan pengosongan kandang selama 2 bulan.
Untuk babi yang mati karena penyakit ASF dimasukkan ke dalam kantong dan harus segera dikubur oleh petugas untuk mencegah penularan yang lebih luas dan tidak menjual babi/ karkas yang terkena penyakit ASF serta tidak mengkonsumsinya.
Artikel Terkait
Bantuan Ternak Babi Untuk Kelompok Tani di Ende Mati Sia-Sia
Jadi Narasumber pada Dialog Program Tahun Pastoral Ekonomi Berkelanjutan 2023, Begini Pesan Bupati Edi Endi
Sukses Pecahkan Rekor Dunia, Kapolda NTB Bersama Unsur Forkopimda Terima Penghargaan dari MGPA
Gelar Patroli Weekend Blue Light, Polresta Mataram Berhasil Amankan Belasan Motor yang Diduga untuk Balap Liar
Viral di Media Sosial! Pasangan Kekasih Nekat Buat Hal Tidak Senonoh di PinggirJalan
Heboh! Korban Tewas Kecelakaan Ditetapkan Jadi Tersangka, Kinerja Polri Tuai Kritikan