Kenapa Air Minum Disebut Air Putih di Indonesia?

photo author
- Senin, 31 Maret 2025 | 16:41 WIB
ilustrasi air putih yang memiliki segudang manfaat bagi tubuh manusia. (SHUTTERSTOCK/jinnawat tawong)
ilustrasi air putih yang memiliki segudang manfaat bagi tubuh manusia. (SHUTTERSTOCK/jinnawat tawong)

Idenusantara.com - Pernahkah bertanya-tanya kenapa orang Indonesia sering menyebut air minum dengan air putih? Padahal air minum itu bening, yang kadang disebut juga sebagai air mineral yang kaya manfaat.

Air mineral adalah minuman tawar yang harus dikonsumsi untuk memastikan berbagai fungsi tubuh berjalan dengan normal. Karena jika kurang asupan air mineral bisa berakibat dehidrasi yang menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Secara umum, banyaknya jumlah air mineral yang harus dikonsumsi bisa dihitung berdasarkan berat badan setiap orang. Hitungannya yakni 40 cc per kilogram berat badan. Jadi kalau berat badannya 50 kg maka kebutuhan airnya sekitar 2000 cc atau 2 liter.

Buat yang penasaran mengapa air kaya manfaat ini disebut sebagai air putih meski terlihat bening, ini penjelasannya:

Sejak kapan penyebutan air putih muncul?

Mengutip akun instagram Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BIPA) Kemdikbud RI, penyebutan paling awal air putih muncul pada tahun 1600-an, tetapi bukan dalam konteks air minum.

Baca Juga: Manfaat Air Putih Untuk Tubuh

Dalam Malay Words and Malay Things: Lexical Souvenirs from an Exotic Arc German Publications Before 1700 (2007), ahli bahasa Eurasia, Waruno Mahdi, mempelajari sejumlah memoir yang ditulis oleh pekerja yang berasal dari etnis Jerman dari Dutch East India Company (VOC).

Dia adalah seorang ahli bedah cukur (sejenis profesi medis) yang bernama Johann Jacob Merklein. Ia bekerja di VOC dari 1644 hingga 1653. Merklein menerbitkan dua jurnal yang merinci perjalanannya ke Hindia Timur, Siam, Jepang, dan Korea.

Dalam kedua jurnal tersebut, ia menggambarkan minuman yang disebut aireputi dengan menggunakan bahasa Jerman sebagai berikut.

Penyebutan air putih bukan untuk air minum

Baca Juga: Mengenal Terapi Air Putih Beserta Risikonya

Menurut Mahdi, Merklein sebenarnya berbicara tentang tuak yang disebut juga suri oleh orang Belanda yang mungkin berasal dari bahasa Sinhala dan Tamil.

Hal itu berarti bahwa makna air putih kemungkinan berbeda dengan air minum tawar pada masa awal zaman kolonial meskipun tidak jelas di wilayah Hindia Timur mana Merklein menemukan kata itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Sumber: detik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

5 Manfaat Bangun Pagi yang Terbukti Secara Ilmiah

Senin, 12 Januari 2026 | 22:40 WIB

Sejumput Kebaikan di Malam yang Lapar

Jumat, 4 Juli 2025 | 05:17 WIB

Bahaya Tidur Kurang dari 7 Jam Sehari

Jumat, 13 Juni 2025 | 07:36 WIB

Manfaat Bangun Pagi untuk Fisik dan Mental

Senin, 19 Mei 2025 | 05:12 WIB
X