lifestyle

Pasien Dengan Diagnosa Anemia Berikut Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Senin, 24 Maret 2025 | 13:30 WIB
Ilustrasi Hemoglobin (Foto: iStock)

Bila asupan ketiga nutrisi tersebut kurang, maka dapat terjadi anemia yang bisa membahayakan ibu hamil maupun janin.

Baca Juga: PADMA Indonesia: Kekerasan Oleh OPM Terhadap Guru Asal Flores di Papua Merupakan Pelanggaran HAM Berat

3. Anemia akibat perdarahan

Anemia dapat disebabkan oleh perdarahan berat yang terjadi secara perlahan dalam waktu lama atau terjadi seketika. Penyebabnya bisa cedera, gangguan menstruasi, wasir, peradangan pada lambung, kanker usus, atau efek samping obat, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

Anemia karena perdarahan juga bisa jadi merupakan gejala cacingan akibat infeksi cacing tambang yang menghisap darah dari dinding usus..

4. Anemia aplastik

Anemia aplastik terjadi ketika kerusakan pada sumsum tulang membuat tubuh tidak mampu lagi menghasilkan sel darah merah dengan optimal. Kondisi ini diduga disebabkan oleh infeksi, penyakit autoimun, paparan zat kimia beracun, serta efek samping obat antibiotik dan obat untuk mengatasi rheumatoid arthritis.

5. Anemia hemolitik

Anemia hemolitik terjadi ketika penghancuran sel darah merah lebih cepat daripada pembentukannya. Kondisi ini dapat diturunkan dari orang tua, atau didapat setelah lahir akibat kanker darah, infeksi bakteri atau virus, penyakit autoimun, Bisa juga karena efek samping obat, seperti paracetamol, penisilin, dan obat antimalaria.

6. Anemia akibat penyakit kronis

Beberapa penyakit dapat memengaruhi proses pembentukan sel darah merah, terutama bila berlangsung dalam jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah penyakit Crohn, penyakit ginjal, kanker, rheumatoid arthritis, dan HIV/AIDS.

7. Anemia sel sabit (sickle cell anemia)

Anemia sel sabit disebabkan oleh mutasi (perubahan) genetik pada hemoglobin. Akibatnya, hemoglobin menjadi lengket dan berbentuk tidak normal, yaitu seperti bulan sabit. Seseorang bisa terserang anemia sel sabit jika kedua orang tuanya sama-sama mengalami mutasi genetik tersebut.

Jika anak hanya diwarisi satu mutasi gen, yaitu hanya dari salah satu orang tua, penyakit anemia sel sabit tidak akan terjadi. Namun, anak ini akan menjadi pembawa (carrier) mutasi gen anemia sel sabit dan dapat mewariskan kelainan genetik ini kepada keturunannya.

 

Halaman:

Tags

Terkini

5 Manfaat Bangun Pagi yang Terbukti Secara Ilmiah

Senin, 12 Januari 2026 | 22:40 WIB

Sejumput Kebaikan di Malam yang Lapar

Jumat, 4 Juli 2025 | 05:17 WIB

Bahaya Tidur Kurang dari 7 Jam Sehari

Jumat, 13 Juni 2025 | 07:36 WIB

Manfaat Bangun Pagi untuk Fisik dan Mental

Senin, 19 Mei 2025 | 05:12 WIB