nasional

Palangka Raya Kembali Diselimuti Kabut Asap, 48 Warga Mulai Datangi Ruang Oksigen

Rabu, 30 September 2026 | 14:00 WIB
Kondisi Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang kembali diselimuti asap pekat. (Threads/indahmy-rahayuandiini)

Warga Keluhkan Sesak Napas hingga ISPA

Kabut asap yang kembali pekat juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan warga, terutama gangguan pada sistem pernapasan.

Sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan warga yang tetap harus melakukan aktivitas di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap.

“Video ini diambil oleh saudara yang sedang dalam perjalanan berangkat kerja dalam keadaan ISPA. Padahal beberapa hari lalu mulai kelihatan agak cerah akibat hujan. Tapi hari ini? Ya dibakar lagi lah,” tulis akun @oom***i.

Baca Juga: Manajer Kopdes Merah Putih Ramai Protes, Penempatan Jauh hingga Beda Pulau Jadi Sorotan

Dalam unggahan lainnya, seorang warga menunjukkan kondisi langit Palangka Raya yang tampak menguning pada sekitar pukul 12.10 WIB.

“Ini kuning banget, sangat-sangat berbahaya untuk anak. Anak-anaknya kena ISPA,” ungkap pemilik akun @wid**_.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat tetap harus menjalankan aktivitas sehari-hari meskipun kondisi udara sedang buruk.

“Tolong yang kemarin bilang bahwa Kalimantan itu masih beraktivitas normal, ya karena mereka harus hidup normal. Mereka harus kerja, harus makan. Kalau gitu gimana? Pokoknya semoga Kalimantan lebih baik lagi,” tambahnya.

48 Warga Datangi Ruang Oksigen

Di tengah kondisi kabut asap tersebut, fasilitas ruang oksigen menjadi salah satu layanan yang dimanfaatkan warga untuk membantu menangani gangguan pernapasan.

Salah satunya terlihat di Puskesmas Menteng. Puluhan warga telah menggunakan layanan ruang oksigen di fasilitas kesehatan tersebut.

“Untuk ruang oksigen sampai hari ini kurang lebih 48 orang sudah memanfaatkan,” kata Plt Kepala UPT Puskesmas Menteng, Didik Purwanto, dikutip dalam keterangannya pada Selasa, 29 September 2026.

Baca Juga: Lagi Viral di Yogyakarta! 3 Tempat Wisata Baru dengan Pemandangan Laut yang Bikin Takjub

Menurut Didik, warga mulai datang sejak pagi hingga malam hari. Namun, jumlah pengguna biasanya lebih banyak pada sore hingga malam.

Halaman:

Tags

Terkini