"Tidak ada orang yang pantas mendapatkan ini, saya harap dia membayar untuk apa yang telah dilakukan."
"Federasi harus melarangnya bermain untuk selamanya," tambahnya.
Cortadi yang memiliki pengalaman empat tahun sebagai wasit tampak sangat marah dengan kekerasan yang menimpanya.
Sementara itu, pihak klub Garmense juga telah merilis pernyataan untuk mengutuk tindakan Tirone dan meminta maaf kepada Cortadi.
Masa depan pemain akan ditentukan setelah pertemuan tim.
"Lembaga menyatakan solidaritasnya dengan wasit yang diserang, menyatakan permintaan maaf, menyediakan diri untuknya dan berkomitmen untuk terus bekerja memberantas kekerasan dalam segala bentuknya dan melatih atlet dengan nilai-nilai seperti: disiplin, persahabatan, komitmen dan di atas segalanya, rasa hormat dan tolerasi," bunyi pernyataan itu.
Ini bukan pertama kalinya seoarang wasit wanita Amerika Selatan diserang tahun ini.
Di Brasil pada April lalu, mantan pelatih kepala Deportivo Ferroviaria Rafael Soriano dipecat dari perannya setelah menanduk seorang hakim garis.
Soriano menyerbu lapangan di babak pertama untuk mengajukan banding atas keputusan dan diberi kartu kuning untuk protesnya.
Saat hakim garis Marcielly Netto berusaha meredakan situasi antara dia dan wasit, Soriano justru menyerangnya.
Dia kemudian diganjar kartu merah dan polisi memblokir usahanya untuk menghajar Netto yang kedua kalinya.
Tak lama setelah kejadian itu, pihak klub menyatakan bahwa Soriano telah dipecat.
Artikel Terkait
Pelaku Jasa Pariwisata di Labuan Bajo Boikot Pelayanan Pariwisata Mulai 1 Agustus 2022
Digelar di Stadion Marilonga Ende; Ini Pembagian Pool dan Jadwal Pertandingan Soeratin Cup U-17
Geger, Sosok Mayat Sudah Dibakar Ditemukan Warga di Kupang
Solusi Kemacetan, Polsek Maulafa Rekayasa Lalu Lintas di Perempatan Jalur 40