Karena dari sanalah kita belajar definisi martabat.
Air mata di pipi Messi kini sudah kering. Tapi jejaknya akan tinggal lama di hati kita. Ia mengingatkan dunia bahwa kemegahan sejati bukan berasal dari apa yang kita peroleh, melainkan dari bagaimana kita tetap setia pada diri sendiri, bahkan ketika harapan jatuh berderai ke tanah.
Malam itu Messi mungkin tidak pulang dengan medali.
Tapi ia pulang dengan sesuatu yang lebih abadi yaitu "Teladan".