Oleh:Wicaksono
OPINI, Idenusantara.com-Perdebatan tentang pilkada langsung dan pilkada tidak langsung di Indonesia hampir selalu disajikan sebagai perdebatan politik normatif.
Di satu sisi ada argumen tentang kedaulatan rakyat, partisipasi, dan legitimasi demokrasi. Di sisi lain ada argumen tentang efisiensi anggaran, stabilitas pemerintahan daerah, dan kelelahan publik akibat kontestasi elektoral yang dianggap terlalu sering dan terlalu mahal.
Di balik perdebatan itu, ada dimensi yang jarang dibicarakan secara jujur, yakni soal siapa yang selama ini hidup dari proses pilkada langsung dan siapa yang akan kehilangan mata pencaharian ketika pilkada diubah menjadi tidak langsung.
Pilkada langsung bukan hanya mekanisme politik. Ia adalah aktivitas ekonomi berskala besar yang menciptakan pasar, lapangan kerja, dan perputaran uang.
Ketika kepala daerah dipilih oleh jutaan warga, prosesnya menuntut kampanye terbuka, distribusi logistik masif, dan produksi informasi publik dalam jumlah besar.
Baca Juga: Politik Dagang Sapi: Saat Ideologi Mati di Meja Transaksi
Seluruh kebutuhan itu membentuk ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak pihak, dari pelaku usaha kecil sampai industri jasa profesional.
Ekosistem ini tidak selalu efisien, tidak selalu bersih, dan sering kali penuh pemborosan, tetapi nyata dan hidup.
Ketika pilkada diubah menjadi tidak langsung dan pemilihan kepala daerah dipindahkan ke ruang sidang DPRD, ekosistem itu runtuh hampir sekaligus. Jumlah pengambil keputusan menyusut dari jutaan orang menjadi puluhan orang.
Konsekuensinya sederhana tetapi brutal. Hampir semua sektor ekonomi yang bergantung pada keterlibatan publik kehilangan pasar. Yang tersisa hanyalah segelintir aktivitas administratif dan politik internal.
Kelompok pertama yang langsung kehilangan rezeki adalah industri kampanye dan komunikasi politik.
Dalam pilkada langsung, agensi kampanye, konsultan komunikasi, tim kreatif, videografer, desainer grafis, penulis naskah, pengelola media sosial, hingga fotografer lapangan bekerja dalam jumlah besar.