opini

IRONI DI BALIK PIRING NASI: Karpet Merah untuk ‘Anak Emas’ BGN, Jalan Buntu bagi Pengabdi Lama

Kamis, 15 Januari 2026 | 23:47 WIB
Ilustrasi seleksi PPPK BGN (Foto: Ilustrasi Pojoksatu.id)

 

Pemerintah seolah mengirim pesan implisit: "Kami butuh pelaksana program baru ini bekerja cepat dan loyal. Kalian, honorer lama, silakan menunggu giliran yang entah kapan datangnya."

Menanti Keadilan yang Tercecer

Langkah BGN mengangkat pegawainya menjadi PPPK secara legal memang sah. Namun secara moral, ini adalah bentuk ketidakpekaan luar biasa terhadap luka sosial yang menganga di tubuh birokrasi kita.

Baca Juga: Telan Anggaran Rp 79 Miliar,Kondisi Pantai Kelapa Lima Kota Kupang Rusak dan Tidak Terawat

Ini adalah kisah klasik "Anak Emas" versus "Anak Tiri". Yang satu membawa bendera program presiden dan diberi fasilitas VVIP. Yang satu lagi hanya bermodal keringat dan pengabdian puluhan tahun, dibiarkan menunggu di ruang tunggu yang pengap.

Di republik ini, tampaknya pengabdian panjang tak lagi menjadi mata uang yang berharga. Yang berharga hanyalah seberapa dekat posisimu dengan program mercusuar penguasa.

Halaman:

Tags

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB