Idenusantara.com - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa konsistensi hilirisasi merupakan kunci Indonesia untuk melompat dari negara berkembang menjadi negara maju.
Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya saat menghadiri Mandiri Investment Forum 2023, di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Rabu (1/1/2023).
“Saya hanya ingin mengulang lagi bahwa yang namanya hilirisasi itu menjadi kunci, konsistensi kita di dalam industrialisasi, hilirisasi menjadi kunci,” ucap Presiden Jokowi.
Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Investasi Indonesia Capai 1.207 Triliun
Presiden Jokowi menyatakan bahwa ia telah memerintahkan jajarannya untuk fokus melakukan hilirisasi. Presiden tidak ingin jajarannya takut untuk melakukan kebijakan hilirisasi karena adanya gugatan dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
“Saya sampaikan kepada para menteri tiap rapat, jangan tengok kanan kiri, lurus terus hilirisasi. Digugat di WTO, terus. Kalah, tetap terus karena inilah yang akan melompatkan negara berkembang menjadi negara maju bagi negara kita,” ujar Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi juga meminta jajarannya untuk tidak berpuas diri terhadap keberhasilan hilirisasi nikel.
Baca Juga: Gubernur NTT Sebut Tana Mori Harus Jadi Penggerak Ekonomi Masa Depan
Presiden Jokowi menyebut bahwa pemerintah akan melanjutkan hilirisasi pertambangan ke komoditas lainnya, seperti bauksit dan juga tembaga.
“Saya sudah sampaikan di Desember kemarin, bauksit stop bulan Juni. Nanti sebentar lagi mau saya umumkan lagi, tembaga stop tahun ini, stop,” ungkap Presiden Jokowi.
Menurut Presiden Jokowi , nilai tambah yang dihasilkan oleh hilirisasi sangat besar. Berdasarkan data yang diterima, proyeksi dampak hilirisasi minerba dan gas akan menambah Produk Domestik Bruto (PDB) dan membuka lapangan kerja hingga 8,8 juta.
Baca Juga: Satresnarkoba Polresta Mataram Ringkus Empat Terduga Pelaku Tindak Pidana Narkotika
“Sebuah dampak yang sangat besar sekali. Membuka lapangan kerja yang sebesar-besarnya. Jangan sampai ini nikel sudah, stop,” ucap Presiden Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menitipkan pesan kepada para pelaku perbankan untuk ikut serta mengawasi dan mendorong kebijakan hilirisasi di Tanah Air. Salah satunya adalah dengan mempermudah pengajuan kredit bagi badan usaha maupun perorangan yang akan membuat smelter.
Artikel Terkait
Isu Penculikan Anak SD di Jawa Timur Murni Hoax
Satresnarkoba Polresta Mataram Ringkus Empat Terduga Pelaku Tindak Pidana Narkotika
Bertemu Wakil Menteri BUMN, Gubernur NTB Bahas Pengelolaan Pariwisata Mandalika
Gubernur NTT Sebut Tana Mori Harus Jadi Penggerak Ekonomi Masa Depan
Presiden Jokowi Sebut Investasi Indonesia Capai 1.207 Triliun