6 Kunci Sukses Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 21:56 WIB
Ilustrasi Kopdes Merah Putih (Foto: Ist.net)
Ilustrasi Kopdes Merah Putih (Foto: Ist.net)

Relevansi topik ini bagi gerakan Merah Putih 2025 adalah memastikan inklusivitas. Artinya, gerakan koperasi desa harus merangkul keragaman model, termasuk syariah, agar dapat diterima luas. Koperasi syariah di pedesaan berpotensi menjadi ujung tombak pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid atau pesantren. Dengan modal sosial keagamaan yang kuat, koperasi syariah dapat menumbuhkan kepercayaan dan semangat kolektif lebih tinggi.

Tantangannya tinggal meningkatkan profesionalisme dan fokus usaha agar bisa bersaing atau bersinergi dengan lembaga lain. Jangan sampai koperasi syariah berjalan sendiri tanpa ekosistem, karena seperti diingatkan sebelumnya, koperasi (termasuk yang syariah) yang tidak berbasis ekosistem kuat rentan tergilas. Oleh karena itu, integrasi koperasi syariah dengan program desa (misal koperasi syariah jadi mitra penyaluran bantuan sosial atau penyaluran KUR Syariah) perlu didorong.

Pada akhirnya, koperasi syariah di pedesaan menjanjikan peluang emas: menggabungkan kearifan lokal, semangat religius, dan pemberdayaan ekonomi. Dengan bimbingan yang tepat, koperasi syariah bisa tumbuh sehat berdampingan dengan koperasi konvensional dan BUMDes, bersama-sama membangun ekonomi desa yang berkeadilan. Gerakan Koperasi Desa Merah Putih 2025 akan semakin lengkap dengan hadirnya koperasi-koperasi syariah tangguh di seluruh nusantara – menjadikan slogan “Merah Putih” tidak hanya nasionalis, tapi juga bernuansa spiritual dalam semangat gotong royong yang diridhai Tuhan.

 

(Penulis: Ryan Ariyanto) 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X