Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan profesi guru sangat ditentukan oleh penghayatan nilai-nilai karakter yang menjadi fondasi moral seorang guru.
Ia menyebutkan empat nilai utama yang harus dihidupi oleh mahasiswa PPG, yakni obedience (ketaatan), resiliensi, kooperasi, dan kolaborasi.
"Obedience membentuk dorongan hati untuk taat pada aturan dan menjalani proses dengan disiplin," ujar Yohanes.
Menurutnya, nilai resiliensi menjadi kekuatan penting bagi calon guru untuk tetap bertahan dan bertumbuh dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses PPG hingga meraih gelar Guru Profesional.
"Resiliensi membuat calon guru tetap tangguh dan tekun dalam menghadapi proses yang tidak selalu mudah," katanya.
Selain itu, ia mengajak mahasiswa PPG untuk membangun semangat kooperasi dan kolaborasi dalam kehidupan akademik, dengan menumbuhkan solidaritas dan saling mendukung antar sesama.
"Libatkan sesama dalam semangat solidaritas. Saling mengisi, saling mendukung, dan berbagi pengetahuan akan memperkuat perjalanan akademik kalian," tegasnya.
Dekan FKIP juga menegaskan bahwa kejujuran merupakan nilai yang tidak dapat ditawar dalam proses pendidikan profesi guru.
"Kejujuran harus selalu menyertai proses belajar. Saya menanti kalian pada saat pengukuhan nanti," ungkapnya.
Untuk diketahui, orientasi Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Dekan FKIP pada pukul 09.05 WITA, yang menandai dimulainya proses pendidikan profesi guru di Unika St. Paulus Ruteng.
Baca Juga: BEM FKIP Unika Ruteng Gelar Seminar Inspiratif Jelang Hari Guru Nasional 2025
Komitmen bahwa PPG bukan sekadar gelar juga tercermin dalam pemaparan materi Case Based Method (CBM) oleh Dr. Leonardus Par, M.Pd., yang menjadi bagian penting dari pembekalan awal mahasiswa PPG.
Dalam pemaparannya, Leonardus menjelaskan bahwa Case Based Method merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama dalam proses belajar melalui pemanfaatan kasus nyata dunia pendidikan.
"Case Based Method mendorong mahasiswa berpikir kritis, menghubungkan teori dengan praktik, serta mengasah kemampuan mengambil keputusan sebagai calon guru profesional," tegas Leonardus.
Artikel Terkait
Resmikan Gerai NTT Mart Ngada, Gubernur Melki: Upaya Pemprov Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Akses Pasar Produk UMKM Lokal
Resmikan NTT Mart di Manggarai, Gubernur Melki : Ini Cara Kita Memuliakan Produk UMKM NTT
Bupati Manggarai Apresiasi Launching NTT Mart UBSP Lembu Nai di SMA Negeri 2 Langke Rembong
Babak Baru Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Rosina Dewi Diperiksa Tipidsus Polres Manggarai
Penabrak Balita di Manggarai Barat Resmi Ditahan Polisi
Wagub Johni Asadoma Kunjungi Kota Denpasar, Ajak Untuk Rajut Kembali Harmoni Warga NTT – Bali
Polemik Pemekaran Luwu Raya Memanas, Gubernur Sulsel Asik Makan Pizza