ENDE-Kondisi dermaga kayu di pantai bita, kelurahan mautapaga, Kecamatan Ende Timur kian prihatin.
Barisan tangga pada dermaga yang biasa digunakan sebagai jalan bagi penumpang saat menumpangi perahu motor tersebut, hilang dengan sendirinya
Belum diketahui, pasti penyebab dari kerusakan tersebut, namun beberapa warga yang hendak menumpang perahu motor menduga barisan tangga kayu tersebut dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab
Baca Juga: PLH Sekda Sidak di Sekretariat Daera, Pantau Kedisplinan Pegawai
Pantauan idenusantara.com, Rabu (23/08/2023) deretan anak tangga yang biasa digunakan warga saat menumpang perahu motor tersebut lenyap bagai ditelan laut Selatan
Tak ada puing yang terlihat di sekitarnya, yang tampak hanyalah 3 barisan anak tangga bersama tumpukan ban bekas yang biasa digunakan sebagai pengganjal perahu motor ketika menepi di dermaga
Kondisi demikian menyebabkan warga yang hendak menumpang ataupun turun dari perahu motor terpaksa harus bergelantungan ketika perahu bersandar
Baca Juga: Usai Dilantik, Penjabat Wali Kota Fahrensy Funay Temui Kemendagri di Jakarta
Informasi yang dihimpun idenusantara.com, beberapa waktu lalu, pemilik perahu motor menuju desa-desa di pantai selatan kemudian memperbaikinya secara sukarela lantaran belum ada penanganan lebih lanjut dari pihak terkait
"Ya itu yang sebelah kanan sisa 3 tangga, dulu yang bagian kiri juga begitu, tapi anak motor laut syukur langsung perbaik sendiri" Kata MK, warga pantai selatan yang ditemui saat hendak menumpang perahu motor menuju desanya. (23/08)
Hal itu juga diakui warga lainnya yang ditemui di areal dermaga saat menunggu kedatangan perahu motor
Baca Juga: Fahrensy Funay Dilantik Jadi Penjabat Kota Kupang Gantikan George Hadjoh
Mereka berharap pemerintah daerah ende NTT melalui dinas perhubungan untuk segera menyikapi kondisi dermaga tersebut mengingat hal itu membahayakan keselamatan warga saat hendak menumpang perahu motor
"Kami minta pemerintah jangan tutup mata. Itu bahaya sekali, apalagi kalau gelombang, dan kami kesulitan kalau muat kayu api, kopra, jambu, dan kalau ada orang sakit, meninggal, atau anak kecil, ngeri sekali kami harus gantung dan ada orang harus sorong tangan untuk pegang kalau tidak, bisa jatuh ke laut " Kata Kletus warga asal desa Nila