Misionaris Cinta Kasih dan Tokoh Pembangunan Itu Telah Pergi Untuk Selamanya, Simak Berikut Kisah Karya Pater Stef Wrosz di Tanah Manggarai!

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Kamis, 27 Februari 2025 | 21:55 WIB
Pater Stef Wrosz, SVD (Foto: Docpri. P. Stef)
Pater Stef Wrosz, SVD (Foto: Docpri. P. Stef)

Idenusantara.com-Kabar duka datang menyelimuti umat Katolik di Manggarai Raya, se-Keuskupan Ruteng. Pater Stefanus Wroz, SVD, seorang misionaris asal Polandia telah tutup usia. Pater Stef Wroz yang biasa disapa ini meninggal dunia di RSUD Borong, pada Kamis 27 Februari 2025 sekitar pukul 00.30 Wita. Pater Stef Wroz meninggal pada usianya yang ke-88 tahun.

Pater Stefanus Wroz telah menjalankan tugas misi diberbagai daerah di wilayah Manggarai Raya. Ia dikenal sebagai sosok yang penuh dedikasi dalam melayani umat/masyarakat di wilayah-wilayah terpencil di Manggarai Raya.

Sebagai imam Katolik, Pater Stef Wroz telah banyak memberikan kontribusi terhadap pengembangan imam, pendidik, kesehatan dan kegiatan sosial lainya.

Baca Juga: Setelah Resmi Dilantik, Gubernur Melki Laka Lena Bicara Rencana Kedatangan Cristiano Ronaldo ke NTT

Khusus di wilayah Manggarai Timur, Pater Stef Wroz telah banyak membangun berbagai gedung gereja dan kapela-kapela stasi antara lain di wilayah Paroki Paroki Wukir, Paroki Mamba, Paroki Mbeling, Paroki Tilir dan berbagai wilayah Paroki lainya.


"Beliau (Alm Pater Stef Wroz) sangat berjasa. Ia telah membangun berbagai gedung gereja dan kapela diantaranya di Paroki Wukir, Paroki Mamba, Paroki Mbeling, gereja Stasi Tilir, juga termasuk di gereja dan kapela diberbagai wilayah lainnya. Pokoknya banyak yang beliau bangun,"tulis Gaspar, umat Stasi di Paroki Mamba, melalui pesat whatssappnya kepada media ini, pada Kamis siang.

Lanjut Gaspar, kepergian Alm Pater Stef Wroz tentu meninggalkan duka yang mendalam bagi umat, karena Pater Stef Wroz sebagai Pastor Pembangunan yang telah berkontribusi besar bagi umat di Keuskupan Ruteng. Khususnya di bumi lawe lujang termasuk umat di Stasi Wukir dan Mamba.

"Dengan kepergian beliau untuk selama-lamanya ini memberikan duka yang mendalam bagi kami umat, sebab bagi kami beliau adalah pastor pembangunan, kami doakan semoga beliau kelak mendapatkan tempat yang layak di surga" ujar Gaspar.

Pater stef saat diwawancarai di Lembah Kisol
Pater stef saat diwawancarai di Lembah Kisol (Foto: Source Youtube sekretariat Puspas)

Kisah Karya Pater Stef Wrosz di Tanah Misi (Nuca Lale) 

Pada tahun 1965 Pater Stef Wrosz SVD yang baru 3 tahun ditahbiskan menjadi imam, memilih meninggalkan negaranya Polandia menuju Indonesia demi menjalankan misi imamatnya.

Ini merupakan misi resmi yang pertama setelah negara Polandia yang menganut paham komunis kala itu melarang para misionaris untuk berkarya ke luar negeri.

Karya misi itu bermula dari usaha pastor asal Indonesia yang menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk Polandia yakni Pater Yosef Diaz Vierra SVD yang meminta sebanyak-banyaknya imam untuk melayani umat Katolik di Indonesia.

Pada saat itupun beberapa imam muda beramai-ramai mendaftarkan diri termasuk pater Stanis Ograbek SVD dan pater Stef Wrosz SVD, meski ada pula yang ditentukan oleh pemimpin mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

BENARKAH KITAB SUCI KATOLIK DIUBAH

Rabu, 8 April 2026 | 08:06 WIB

LOGOS ILAHI: FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

Rabu, 8 April 2026 | 08:01 WIB

Mengapa Disebut JUMAT AGUNG

Sabtu, 4 April 2026 | 15:22 WIB

APAKAH SINTERKLAS SUNGGUH ADA?

Sabtu, 6 Desember 2025 | 21:30 WIB
X