Ia mengatakan kondisi tersebut yang memaksa beberapa rekan imamnya bertindak sebagai mantri dengan memberikan obat kepada umat yang menderita sakit.
Sementara itu dalam perjalanan menuju Ruteng kelompok misionaris muda ini masih mendapatkan tantangan terutama soal akses jalan menuju Ruteng yang masih tanpa aspal.
"Kami berangkat menggunakan mobil truk di dalamnya berjejal dengan barang, truk itu tanpa atap, memasuki hutan Puar Mese tiba-tiba hujan turun, kami menggunakan terpal sebagai atap dengan kondisi jalan yang berbatu, "tulis pater Stanis Ograbek dalam bukunya.
Baca Juga: Puluhan Ekor Babi Mati di Elar-Manggarai Timur, Pemda Matim di Minta Segera Tanggapi
Setibanya di keuskupan Ruteng para misionaris muda ini mendapatkan tugas untuk melayani di paroki-paroki.
Pater Stefan Wrosz SVD meminta kepada provinsial SVD untuk ditempatkan di wilayah paroki paling dingin di Manggarai.
Provinsial kemudian menugaskan pater Stef di Paroki Lengor, Elar Selatan, kevikepan Borong. Kala itu akses ke wilayah paroki ini masih menggunakan kuda.
"Jadi saya kemana-mana kalau mau patroli naik kuda menyusuri jalan sempit yang penuh semak belukar," kata pater Stef Wrosz SVD.
Ia mengatakan kondisi umat di wilayah parokinya sangat memprihatinkan dengan kondisi kerap dilanda penyakit malaria, cacar dan sebagian umat masih menggunakan pakayan yang hanya menutupi area kemaluan.
"Tidak ada baju seperti sekarang ini," kata pater Stef.
Melihat kondisi itu, Pater Stef menulis surat ke Polandia untuk membantu umat di wilayah parokinya.
Beberapa hal penting yang diminta oleh pater Stef kepada donaturnya di Polandia kala itu adalah pakayan, obat-obatan termasuk susu.
"Lalu mereka dari Polandia kirim itu untuk saya, di sini saya bagi-bagi kepada umat melalui dewan paroki jadi saya tahu siapa yang paling membutuhkan," ujar pater Stef.
Ia mengatakan karena sering membagi susu untuk umat demi mengentas kekurangan gizi yang dialami umat, dari itu ia kerap dijuluki "Pastor susu".Ia tidak merasa keberatan dengan julukan itu, baginya misi utamanya adalah melayani umat.