Idenusantara.com-Kematian atau pengunduran diri seorang paus memulai proses politik gereja untuk memilih pemimpin baru, di mana para kardinal dari seluruh dunia akan berkumpul di Vatikan untuk melaksanakan proses yang disebut konklaf.
Paus baru dipilih oleh Dewan Kardinal, yang merupakan kelompok pejabat tertinggi Gereja Katolik. Semua anggota dewan ini adalah laki-laki yang ditunjuk langsung oleh paus dan umumnya merupakan uskup yang telah ditahbiskan.
Baca Juga: In Memoriam Paus Fransiskus: MEMBAWA AGAMA YANG EKOLOGIS DAN PENUH KASIH
Dari total 252 kardinal Katolik saat ini, hanya 135 yang memenuhi syarat untuk memberikan suara. Kardinal yang berusia di atas 80 tahun boleh mengikuti proses diskusi, namun tidak memiliki hak suara.
Dekan Dewan Kardinal memiliki waktu antara 15 hingga 20 hari sejak paus dikuburkan untuk memanggil semua kardinal ke Vatikan.
Dalam masa transisi antara kematian paus dan terpilihnya penerus, Dewan Kardinal bertanggung jawab memimpin gereja. Mereka menangani urusan harian gereja meskipun dengan kewenangan yang terbatas karena sebagian besar kegiatan administrasi pusat gereja dihentikan sementara.
Sebagai bagian dari proses transisi, para kepala departemen Vatikan biasanya mengundurkan diri dari posisi mereka hingga ada kepastian dari paus baru, baik untuk mengonfirmasi atau mengganti mereka.
Proses pemilihan paus baru atau konklaf dilakukan secara tertutup.
Para kardinal yang berhak memilih paus akan menjalani masa karantina selama pemilihan. Mereka sepenuhnya terisolasi dari dunia luar - tanpa akses telepon, internet, maupun surat kabar - sambil berdiskusi dan berunding untuk menentukan pemimpin baru gereja.
Konklaf berlangsung dalam kerahasiaan ketat di dalam Kapel Sistina yang terkenal dengan lukisan Michelangelo.
Baca Juga: Serukan Perdamaian Berikut Pesan Paskah Terakhir Paus Fransiskus
Untuk memilih paus baru, dibutuhkan suara mayoritas dua per tiga plus satu dari seluruh kardinal yang hadir. Karena itu, seringkali diperlukan beberapa putaran pemungutan suara. Setelah hari pertama, pemungutan suara rahasia dilakukan dua kali sehari dan proses ini bisa berlangsung selama beberapa hari.
Dalam sejarah berabad-abad sebelumnya, pemungutan suara bahkan pernah berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Beberapa kardinal tercatat meninggal dunia selama konklaf berlangsung.