Paus Fransiskus sebenarnya bisa memilih moil yang lebih bagus, sebab tak lama setelah terpilih, ia bahkan mendapat beberapa kendaraan mewah. Salah satunya ia pernah mendapat hadiah sebuah mobil Lamborgini Huracan yang kalau di Indonesia bisa berharga 10 milyar. Lamborgini itu lalu dilelang dan hasilnya disumbangkan untuk orang-orang miskin.
Namun, pilihan mobil sekali lagi adalah caranya untuk menjadi pewarta. Ada kesederhanaan yang ingin dia ajarkan. Sesuatu yang kadang gagal ditangkap oleh orang banyak.
Paus Fransiskus menjadikan kesederhanaan sebagai “gaya hidup”. Setiap kesehariannya ia tak ingin merepotkan banyak orang. Ia lebih suka sesuatu yang sederhana.
Baca Juga: Makamnya Sederhana:Paus Fransiskus Sudah Dimakamkan di Santa Maria Maggiore
Pilihan Tempat Tinggal
Sehari setelah pemilihannya, Paus Fransiskus, dalam tindakan pertamanya sebagai Paus, mengunjungi Basilika Santa Maria Maggiore, di mana dia berhenti sejenak untuk berdoa di makam Paus St Pius V. Paus Yesuit bernama Fransiskus itu berdoa di sana di depan orang suci Dominikan itu.
Tetapi, kunjungan itu masih memiliki simbol yang bahkan lebih dalam. Paus Pius V adalah seorang pembaru Kuria Roma yang terkenal. Ia terkenal karena berjalan di istana yang dingin, lantai marmer tanpa alas kaki . Karena kasih sayang dan perhatiannya yang khusus kepada orang miskin di Roma. St Pius V bahkan mendahului festival adat yang diadakan untuk paus baru yang terpilih dan sebagai gantinya memberikan uang kepada orang miskin. St Pius V juga secara pribadi mencuci kaki dan merawat yang sakit.
Dari gambaran di hari pertama kepausan ini terlihat jelas perjalanan kepausan Fransiskus selanjutnya. Ia adalah pembaru untuk Gereja. Lihat saja selama 10 tahun ini, ia praktis membongkar semua yang ada. Mulai dari persoalan keuangan Vatikan hingga sekandal seksual yang sudah lama menjadi nanah dalam Gereja.
Sejak terpilih menjadi Paus, Fransiskus memilih tidak tinggal di Apartemen Kepausan. Ia memilih kamar nomer 201 di Domus Santa Marta, sebuah penginapan milik Vatikan, sebagai tempat tinggalnya. Padahal, bagi seorang Paus tersedia Apartemen Kepausan yang lebih bagus. Namun it memilih tinggal di wisma yang biasa digunakan para cardinal apabila sedang berkunjung ke Roma.
Domus Santa Marta adalah sebuah bangunan yang terletak sekitar 300 meter di sebelah Selatan Basilika Santo Petrus di Kota Vatikan. Nama Santa Marta yang dipilih, mengacu pada Marta saudari Maria ibu Yesus. Keramahan Santa Marta saudari Lazarus dari Betania seperti dalam Kitab Suci, menjadi semangat utama pemilihan nama ini.
Keputusan Paus Fransiskus Ketika akan tinggal di Domus Santa Marta diumumkan pertama kali oleh Pastor Federico Lombardi, direktur Kantor Berita Tahta Suci. Menurut Pastor Lombardi, keputusan ini justru memungkinkan Paus untuk tinggal dalam kebersamaan dengan orang lain.
“Dia bereksperimen dengan cara hidup yang sederhana ini,” kata Pastor Lombardi.
Apa yang disampaikan Pastor Lombardi rasanya mirip dengan apa yang ada dalam hari Paus Fransiskus sendiri, ia tidak bisa hidup sendiri. Bagi Paus, Apartemen Kepausan terlihat sangat besar, ia menginginkan sebuah rumah yang memungkinkannya bertemu dengan banyak orang.
“Tempat tinggal di Istana Apostolik sangat besar dan dibuat dengan selera yang bagus. Sangat besar, tapi pintu masuknya sempit. Hanya satu orang bisa tinggal di sana dan saya tidak bisa hidup sendiri, saya harus menjalani hidupku dengan orang lain,” begitu kata Paus ketika itu.