religi

Rabu Abu, Berikut Asal-usul dan Makna Perayaannya Bagi Umat Khatolik

Rabu, 5 Maret 2025 | 10:31 WIB
Penerimaan Abu pada hari Rabu-abu (Foto: @Katolik)

Pada Abad 8 Pra Paskah.

Dengan beberapa contoh tersebut, akhirnya abu dipakai sebagai tanda awal masa Pra Paskah yakni persiapan selama 40 hari dan belum termasuk hari minggu untuk menyambut hari Paskah.Ritual perayaan Rabu Abu ini ditemukan pada masa Gregorian Sacramentary yang terbit sekitar abad ke-8. Kemudian sekitar tahun 1000, imam Anglo Saxon yakni Aelfric berkotbah yakni.

“Kita membaca dalam kitab-kitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, bahwa mereka yang menyesali dosa-dosanya menaburi diri dengan abu serta membalut tubuh mereka dengan kain kabung.

Sekarang, marilah kita melakukannya sedikit pada awal Masa Prapaskah kita, kita menaburkan abu di kepala kita sebagai tanda bahwa kita wajib menyesali dosa-dosa kita terutama selama Masa Prapaskah.”

Sesudah abad pertengahan tersebut, maka gereja memakai abu sebagai tanda dimulainya masa pertobatan Pra Paskah sehingga kita bisa mengingat jika kita tidaklah abadi dan sudah menyesali segala dosa yang sudah diperbuat.

Sedangkan pada perayaan Rabu Abu sekarang ini, abu diambil dari daun palma yang sudah diberkati di hari Minggu Palma pada tahun sebelumnya yang kemudian di bakar dan pastur akan memberkati abu tersebut lalu menorehkannya pada dahi umat beriman membentuk tanda salib sambil berkata,
“Ingat, engkau berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu,” atau “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.”

Makna Hari Rabu Abu

Perayaan Paskah sendiri merupakan perayaan penting untuk kehidupan iman bagi umat yang percaya.Paskah dikatakan sebagai jantung sebab Paskah adalah pusat dari semua yang menghidupi seluruh kehidupan iamn orang percaya sepanjang hidup seperti yang sudah tertulis dalam rangkaian Tahun Liturgi.

Tanpa adanya Paskah, maka tidak akan ada perayaan apa pun juga demikian pula tidak akan ada janji keselamatan.Paskah tidak hanya sebagai hari kebangkitan Tuhan Yesus Kristus saja, namun juga penderitaan serta kematian Kristus.

Masa Rabu Abu ini menjadi awal pembaharuan diri, intropeksi diri serta pertobatan. Namun bukan berarti sesudah masa Paskah umat bisa berbuat semaunya tanpa ada pertobatan. Sikap selalu mawas diri dan juga pertobatan menjadi panggilan hidup bagi umat yang percaya seumur hidupnya.

Rabu Abu sendiri bukan hanya sekedar paham akan arti abu sebagai pertobatan serta rasa penyesalan atas segala dosa yang sudah dilakukan sekaligus menghayatinya dengan melakukan puasa.Akan tetapi, Rabu Abu yang merupakan sebuah pertobatan namun masih saja melakukan dosa maka itu menandakan jika kita belum memahami dengan baik apa itu arti dari Rabu Abu.

Rabu Abu bisa dikatakan sudah benar-benar kita pahami jika melakukan puasa dengan menahan hawa nafsu serta berpantang dan juga tidak berbuat dosa lagi serta semakin peduli dengan sesama, sebagai berikut makannya:

Baca Juga: Pemimpin Umum Umat Katolik Paus Fransiskis Menderita Sakit Pneumonia Ganda

Makna Rabu Abu Lewat Abu Sebagai Simbol

Abu menjadi sesuatu hal yang dibenci orang bersih, sebab abu akan mudah menempel dan bertebaran dimanapun yang akan merusak atau mengurangi keindahan.

Halaman:

Tags

Terkini

BENARKAH KITAB SUCI KATOLIK DIUBAH

Rabu, 8 April 2026 | 08:06 WIB

LOGOS ILAHI: FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

Rabu, 8 April 2026 | 08:01 WIB

Mengapa Disebut JUMAT AGUNG

Sabtu, 4 April 2026 | 15:22 WIB

APAKAH SINTERKLAS SUNGGUH ADA?

Sabtu, 6 Desember 2025 | 21:30 WIB