Perayaan Dalam Hari Rabu Abu
Dalam gereja Katolik, Rabu Abu menjadi hari pertama dari dimulainya masa Pra Paskah yang jika dalam bahasa Inggris disebut dengan Lent yakni masa persiapan untuk menyambut hari raya Paskah yakni hari kebangkitan Yesus kristus pada hari Minggu Paskah.
Tepatnya, Rabu Abu akan diperingati setiap hari ke-46 sebelum Paskah, sebab Paskah sendiri akan jatuh pada tanggal berbeda di setiap tahunnya begitu juga dengan Rabu Abu.
Inilah beberapa perayaan yang sering dilakukan dalam hari raya abu sebagai berikut:Dalam misa Rabu Abu ini, maka abu akan diberikan pada umat dari hasil pembakaran daun palma yang sudah diberkati dan diberikan pada minggu Palma setahun sebelumnya.
Gereja Katolik di seluruh dunia juga meminta umat untuk mengembalikan daun palma yang sudah dibawa pulang dan sudah mengering dari perayaan Paskah tahun lalu untuk dibawa kembali ke gereja yang nantinya akan dibakar sampai menjadi abu.
Abu ini akan diberkati oleh Pastur dan diperciki dengan air suci dan umat akan maju secara berbaris untuk menerima tanda salib dari abu di bagian dahi.
Pastur akan memberikan tanda salib di dahi tersebut sambil berkata “Ingatlah, manusia dari abu kembali menjadi abu, dari debu kembali menjadi debu".
Baca Juga: Penyebab Pengajuan KUR BRI 2025 Ditolak
Rabu Abu menjadi hari yang secara khusus diperuntukan bagi kita para pendosa yang ingin kembali ke dalam Gereja dan menyesali atas semua dosa dalam wujud pertobatan.
Abu ini akan menjadi pengingat atas semua dosa yang sudah kita perbuat dan umat Katolik sendiri umumnya akan membiarkan abu tersebut tetap berada di dahi sebagai wujud kerendahan hati.
Selain itu, Gereja Katolik juga menekankan tentang pentingnya bentuk penyesalan dari dosa yang dinyatakan dengan cara berpuasa dan pantang makan daging.
Untuk semua umat yang berusia diantara 18 sampai 60 tahun akan diminta untuk berpuasa yakni hanya boleh makan malam lengkap tanpa daging atau dengan kata lain makan kenyang satu kali sehari.
Sedangkan untuk umat yang sudah berusia lebih dari 14 tahun juga harus menahan diri untuk memakan daging atau makanan lain yang mengandung daging pada hari Rabu Abu.
Berpuasa dan pantang sendiri bukanlah menjadi hal sederhana dalam bentuk penyesalan atas semua dosa, akan tetapi juga menjadi persediaan untuk kehidupan spiritual.Dengan masa Pra Paskah, sudah seharusnya memberikan sebuah poin atau arti yang mendalam sebelum akhirnya hari raya Paskah tiba.