religi

Rabu Abu, Berikut Asal-usul dan Makna Perayaannya Bagi Umat Khatolik

Rabu, 5 Maret 2025 | 10:31 WIB
Penerimaan Abu pada hari Rabu-abu (Foto: @Katolik)

Akan tetapi, debu dan juga abu juga mudah untuk dibersihkan dan kumpulan abu juga mudah terbang berserakan saat terhembus dengan angin.

Selain itu, semua yang dibakar menjadi abu maka sudah tidak akan ada artinya lagi. Abu memiliki sifat yang kotor, mudah untuk dipindahkan dan tidak memiliki arti.

Akan tetapi, dalam Rabu Abu maka abu mempunyai sebuah arti tersendiri. Selama beberapa abad sebelu Kristus. Abu ini juga sudah digunakan sebagai arti pertobatan dan dalam Kitab Kejadian juga disebutkan jika manusia tercipta dari debu tanah dan akan kembali menjadi debu.

Ini terjadi sebelum Roh Allah dihembuskan pada manusia, sebab tanpa adanya Roh Allah maka manusia tidak akan ada artinya layaknya seperti debu dan tanpa adanya Allah, maka manusia hanya bisa berbuat dosa.

Jika dilihat dari segi teologis, makna dari Rabu Abu sendiri adalah para umat yang percaya mengungkapkan sikap penyesalan serta pertobatan yang didasari dengan kesadaran kefanaan diri serta betapa bergantungnya kita dengan rahmat Kristus.Sedangkan tanda sali dari abu yang ada pada dahi yang diberikan pada perayaan Rabu Abu tidak hanya sebagai tanda saja.Namun memiliki maksud yaki memungkinkan setiap individu untuk menghayati makna Rabu Abu meskipun sudah ada penjelasan secara objektifnya.

Simbol abu ini selayaknya dijadikan tanda peringatan jika kita adalah manusia yang penuh akan dosa dan sudah membuat Yesus disalibkan karena dosa yang sudah kita perbuat.
Karena itulah, umat yang datang ke gereja pada masa Rabu Abu akan diberi tanda salib dengan abu pada bagian dahi sebagai pengingat kita akan ritual Israel Kuno saat seseorang menabur abu di atas kepala atau seluruh bagian tubuh sebagai tanda akan kesedihan, pertobatan dan rasa menyesal yang mendalam.

 

Makna Rabu Abu Lewat Puasa

Semenjak hari Rabu Abu sampai hari raya Paskah, maka 40 hari tersebut digunakan umat untuk berpuasa dan bertobat.Angka 40 ini diambil dari 40 hari Yesus melakukan puasa. Karena kita merupakan milik Kristus sepenuhnya, maka seluruh umat juga diajak untuk berusaha memahami makna tersebut.

Puasa yang dilakukan ini adalah sikap menyangkal diri dari berbagai hal yang disukai dan umat akan menghindari semua hal tersebut dari mulai masa Rabu Abu sampai Paskah seperti contohnya kebiasaan minum alkohol, merokok, makan berbagai hidangan nikmat dan berbagai kebiasaan buruk seperti iri hati, marah, dendam, malas, nafsu, sombong dan berbagai sikap dan sifat buruk lainnya.

Baca Juga: Sudah Bisa Baca Koran, Berikut Update Kondisi Terkini Paus Fransiskus

Semua puasa ini dilakukan untuk memperbaharui hidup sebab ciri utama dari pengikut Yesus adalah sikap pertobatan yang dinyatakan lewat pembaharuan hidup.Sedangkan tradisi puasa yang dilakukan Protestan bukan berarti hanya ikut-ikutan semata. Namun memang karena juga digunakan untuk melatih rohani supaya semakin terbuka dalam menghayati perrtobatan sebagai sikap hidup.

Pertobatan yang dimaksud adalah kehidupan kita yang semakin baik dan menjadi berkenan di mata Tuhan serta memelihara semua kekudusan hidup.Makna pertobatan sendiri tidak hanya sekedar pembubuhan abu pada bagian dahi dengan membuat tanda salib, namun juga diikuti dengan pertobatan hati.

“Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu”. Jadi yang dikehendaki oleh Tuhan dalam ibadah puasa adalah “hati yang mau dikoyakkan”.

Dengan ini maka kita akan bersungguh-sungguh dalam menyesali semua kesalahan serta dosa dan diajak kembali untuk mengalami kasih serta pengampunan dari Allah yang terjadi dalam setiap kehidupan kita setiap hari.

Halaman:

Tags

Terkini

BENARKAH KITAB SUCI KATOLIK DIUBAH

Rabu, 8 April 2026 | 08:06 WIB

LOGOS ILAHI: FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

Rabu, 8 April 2026 | 08:01 WIB

Mengapa Disebut JUMAT AGUNG

Sabtu, 4 April 2026 | 15:22 WIB

APAKAH SINTERKLAS SUNGGUH ADA?

Sabtu, 6 Desember 2025 | 21:30 WIB