IDENUSANTARA.COM - Asistensi Paskah di Paroki Santu Antonius Abas Beokina, Keuskupan Ruteng, yang melibatkan mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng berlangsung hangat dan penuh makna, ditandai dengan penyambutan adat "kepok tiba" yang sarat nilai persaudaraan dan penghormatan.
Kehadiran mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) di Stasi Santo Nicolas Copu pada Rabu, 1 April 2026 menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Tri Hari Suci yang dimulai pada Kamis (2/4/2026). Rombongan yang diberangkatkan dari kampus sekitar pukul 11.00 WITA itu tiba di lokasi satu jam kemudian dan langsung disambut meriah oleh umat bersama dewan stasi dalam balutan busana adat Manggarai.
Baca Juga: Sebut Bukti Sudah Lengkap, Nestor Madi Tantang Polres Manggarai Tetapkan Tersangka Kepala Dapur SPPG Wae Ri'i
Prosesi "kepok tiba" bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan simbol keterbukaan dan penerimaan yang tulus dari umat terhadap para mahasiswa yang akan terlibat dalam pelayanan selama perayaan Paskah. Nuansa kekeluargaan begitu terasa sejak awal kedatangan, menciptakan kedekatan emosional antara mahasiswa dan umat.
Program asistensi Paskah ini merupakan kegiatan rutin tahunan kampus sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengambil bagian dalam kegiatan liturgi seperti koor, lektor, dan persiapan ibadah, tetapi juga membangun interaksi sosial yang erat dengan umat setempat.
Dosen pendamping lapangan, Bernardus Tube, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas sambutan hangat yang diberikan oleh umat Copu.
Baca Juga: Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo: Antara Pesona Bahari dan Tantangan Industri Kreatif Lokal
Ia menilai bahwa kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam perayaan iman merupakan pengalaman yang sangat berharga.
"Saya merasa bangga karena salah satu stasi yang dikunjungi memiliki kepercayaan khusus untuk bisa merayakan perayaan Paskah bersama umat. Ini bukan sekadar kegiatan kampus, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran iman yang nyata bagi mahasiswa," ujar Berno, sapaan akrab Bernadus Tube.
Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa membawa semangat pelayanan yang tulus, sekaligus menjadi kesempatan untuk belajar dari kehidupan umat yang sederhana namun penuh makna.
"Kami datang dengan segala apa yang kami miliki. Niat kami adalah tulus untuk merayakan Paskah bersama umat di stasi. Kehadiran kami di sini bukan untuk menunjukkan sesuatu, tetapi untuk berbagi dan belajar bersama," tambahnya.
Baca Juga: Kematian Sadis Restina Tija Tanpa Jawaban, PMKRI Ruteng: Polres Manggarai Gagal Lindungi Rakyat Kecil
Menurut Berno, kegiatan asistensi ini juga memiliki nilai strategis sebagai sarana membentuk karakter mahasiswa agar lebih peka terhadap realitas sosial dan mampu menghidupi nilai-nilai kemanusiaan.
"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus ajang promosi kampus. Namun yang paling penting adalah bagaimana mahasiswa bisa belajar tentang solidaritas, kebersamaan, dan iman di tengah umat," tegasnya.
Diketahui, pada perayaan Paskah tahun ini, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menurunkan sebanyak 40 kelompok asistensi yang tersebar di berbagai paroki dalam wilayah Keuskupan Ruteng.
Kehadiran mahasiswa di Stasi Copu tidak hanya membantu kelancaran perayaan liturgi, tetapi juga menghadirkan energi baru yang mempererat relasi antarumat. Perpaduan antara tradisi lokal seperti "kepok tiba" dan semangat pengabdian mahasiswa menjadikan perayaan Paskah di Paroki Beokina tahun ini terasa lebih hidup, bermakna, dan penuh semangat persaudaraan.***