"Ketika ada paroki yang sedang melakukan pembangunan yang sangat urgen dan membutuhkan perhatian, maka Paroki Katedral harus hadir dan mengambil bagian, walaupun dengan kemampuan yang terbatas," ujarnya saat diwawancarai media ini, usai kegiatan.
Ia menambahkan bahwa bantuan tersebut bukan hanya soal nilai materi, tetapi menjadi simbol kebersamaan dan persaudaraan antarumat dalam satu keuskupan.
Baca Juga: Mengapa Disebut JUMAT AGUNG
Senada dengan itu, Ketua Dewan Keuangan Paroki (DKP) Katedral, Vinsen Marung, menegaskan bahwa semangat berbagi ini merupakan wujud nyata dari iman yang hidup, terutama dalam masa Prapaskah dan Paskah.
"Kita ingin memberikan contoh bahwa selain berdoa dan bertobat, kita juga harus membantu sesama. Dulu saat pembangunan Katedral, kita juga mendapat banyak bantuan. Karena itu, sekarang ketika kita memiliki, kita juga harus berbagi kepada paroki lain yang membutuhkan," tuturnya.
Vinsen juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini Paroki Katedral Ruteng telah berkontribusi dalam pembangunan empat gereja di berbagai paroki, termasuk Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa dan Paroki Roh Kudus Timung, serta dua paroki yang baru saja menerima bantuan.
"Kami berharap apa yang kami lakukan ini bisa menjadi inspirasi bagi paroki-paroki lain untuk saling membantu. Karena Gereja ini kuat jika umatnya saling menopang," katanya.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, aksi solidaritas yang ditunjukkan oleh Paroki Katedral Ruteng ini menjadi bukti bahwa semangat Paskah benar-benar hidup dalam tindakan nyata. Dari altar menuju kehidupan sehari-hari, pesan kebangkitan Kristus diterjemahkan dalam kepedulian, kebersamaan, dan kasih yang menjangkau sesama tanpa batas.