bisnis-ekonomi

Mengenal Tanaman Porang Yang Kini Menjadi Minat Baru Para Petani Untuk Membudidayakannya

Selasa, 28 Januari 2025 | 10:20 WIB
Tanaman Porang (Foto: Jhii. S)



Idenusantara.com-Masih belum mengenal tanaman porang? Ternyata tanaman jenis umbi-umbian ini merupakan bahan pembuatan shirataki loh!

Beberapa waktu lalu, porang sempat menjadi sorotan Presiden Joko Widodo saat itu ia masih menjabat. Beliau bilang porang bisa menjadi komoditas ekspor baru yang memberikan keuntungan tinggi.

Mantan presiden RI, Jokowi waktu itu berharap Indonesia bisa mengekspor porang dalam bentuk bahan setengah jadi, bukan hanya bahan mentah.

Baca Juga: Harga Porang di Matim Turun Drastis, Petani Berharap Gubernur NTT Terpilih Bisa Perhatikan Persoalan Ini

 

Tanaman Porang Bisa Bikin Untung Besar?

Porang sudah eksis sejak masa penjajahan Jepang sebagai bahan pangan dan industri. Tanaman ini memiliki nama panggilan yang berbeda-beda disetiap daerah. Ada yang menyebut iles-iles kuning, acung atau acoan, wanga atau tege.

Bernama latin Amorphophallus muelleri, porang merupakan tanaman jenis herbal yang bisa tumbuh hingga setinggi 1.5 meter. Ia banyak tumbuh di sekitar hutan tropis dan hanya bisa tumbuh di bawah pohon penyangga. Porang bisa bertahan hidup pada jenis tanah apa pun di ketinggian 0 sampai dengan 700 mdpl.

Baca Juga: Uskup Surabaya Pimpin Misa Syukur Natal Keluarga Manggarai Surabaya

Porang tumbuh dengan batang bercorak belang hijau putih. Ciri-ciri lain tanaman porang adalah sebagai berikut:

- Memiliki daun lebar berujung runcing dan berwarna hijau muda
-Memiliki kulit batang yang halus berwarna kekuningan
-Di setiap pertemuan cabang terdapat bubil atau katak

Ada kisah seorang petani porang asal Kampung Lendo, Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kisah di mana seorang petani sukses menjadi miliarder karena menekuni ekspor tanaman itu. Popularitas tanaman ini pun kian meningkat, mengingat porang juga memiliki banyak sekali manfaat. Porang memiliki nilai yang strategis dan peluang besar untuk dikembangkan serta diekspor.

Baca Juga: Ini Dia Jumlah Dana Transfer ke Daerah Manggarai Timur-NTT Pada Tahun 2025

Pada tahun 2018, ekspor porang tercatat mencapai 254 ton dengan nilai ekspor sebesar Rp 11,3 miliar ke negara Jepang, Vietnam, China, Australia, dan negara lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Gurih Menyegarkan! Resep Sup Ayam Kembang Tahu

Selasa, 13 Januari 2026 | 17:12 WIB

Bikin yuk! Resep Kue Jahe untuk Camilan

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:15 WIB