Nestor Madi menilai bahwa kasus ini tidak hanya berhenti pada dugaan pencemaran nama baik, tetapi juga membuka indikasi adanya pelanggaran serius di bidang ketenagakerjaan. Oleh karena itu, pihaknya tidak hanya menempuh jalur pidana, tetapi juga akan membawa persoalan ini ke ranah administratif melalui Dinas Ketenagakerjaan.
“Ada dua hal besar di sini. Pertama, pencemaran nama baik yang jelas merugikan klien kami secara moral. Kedua, dugaan pelanggaran hak pekerja, mulai dari upah hingga pemecatan sepihak. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Baca Juga: Upah Tak Dibayar Penuh, PHK Tanpa Prosedur: Novi Gugat Dapur MBG Wae Ri’i ke Meja Disnaker Manggarai
Ia juga mengingatkan aparat penegak hukum agar tidak terkesan lamban atau ragu dalam menangani perkara yang menurutnya sudah cukup terang. Menurut Nestor, ketegasan penyidik sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
“Kami minta penyidik jangan ragu. Kalau bukti sudah cukup, ya harus berani tetapkan tersangka. Jangan sampai kasus ini terkesan didiamkan atau berlarut-larut tanpa kepastian hukum,” ujarnya.
Di sisi lain, Novi berharap langkah hukum yang ditempuhnya dapat membuka kebenaran sekaligus menjadi pelajaran bagi pihak lain agar tidak semena-mena memperlakukan pekerja, terlebih dengan tuduhan yang tidak berdasar.
“Saya hanya ingin keadilan. Nama baik saya sudah rusak. Saya berharap kebenaran ini bisa terungkap dan tidak ada lagi orang lain yang mengalami hal seperti saya,” tutupnya.
Artikel Terkait
Pj Kades Rai Buka Fakta: Tuduhan Penyelewengan Dana Desa Dinilai Tak Berdasar
Cerita Pilu Donatus Ruek di Gubuk Reyot yang Merindukan Kehadiran Pemerintah
OTTO GUSTI MADUNG,SVD : REKTOR IFTK LEDALERO - Filsuf Flores yang Memimpin Transformasi IFTK Ledalero
Potret Buruk Proyek Dampingan Jaksa di Pedalaman NTT Milik BUMN PT Adhi Karya Sebesar Rp147.1 Miliar
Gubernur NTT Buka Gelaran Takbiran Season III di Bundaran Tirosa Kota Kupang
Menjaga Harmoni Pendidikan: SMTK Waikabubak Selesaikan Problem Internal Lewat Dialog
Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H, Gubernur NTT Sebut Silaturahmi Kunci Perkuat Sinergi Daerah