daerah

Bertahun-tahun Anaknya Sakit Lumpuh, Seorang Ibu Tua di Elar-Manggarai Timur Rela Kerja Serabutan

Sabtu, 25 Januari 2025 | 13:08 WIB
Nisalia Sariman, bocah lumpuh yang mengharapkan rahmat kesembuhan (Foto: Jhii Serlenso)

 

  IdeNusantara.com-Memperoleh berkah dan rahmat kesembuhan untuk anaknya adalah kerinduan seorang ibu di pedalaman Manggarai Timur-NTT.Berta Bawung seorang janda tua sudah lama merindukan kesembuhan untuk anak perempuannya yang mengalami kelumpuhan sejak lahir.

Bocah lumpuh itu bernama Nisalia Sariman kelahiran Peleng, pada 10-01-2019.Nisalia (5) merupakan Putri bungsu dari enam bersaudara dari pasangan Ayah Fransiskus Danur dan Ibu Berta Bawung asal Kampung Peleng, Desa Haju Ngendong, kecamatan Elar.Sejak lahir ia mengalami kisah pilu yaitu mengalami kelumpuhan.

Baca Juga: Marianus Gaharpung Gagal Paham Soal Eksekusi

Semenjak di tinggal sang suami sejak dua belas tahun yang lalu pergi merantau ke kalimantan, Berta terpaksa mengurusi anaknya sendirian. Yang walaupun ada kiriman uang dari sang suami itupun tak sering dan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan anaknya.

“Semenjak di tinggal sang suami belasan tahun lalu karna merantau ke kalimantan, saya mengurusi anak-anak sendirian”, ujar Berta.

 

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Pemicu Prabowo Tiba-tiba Minta APBN Dihemat Rp306 T


Nisalia Sariman, Bocah lumpuh yang mengharapkan rahmat kesembuhan (Foto: Jhii Serlenso)

Karna keterbatasan ekonomi terpaksa Mama Berta rela turun kerja ke kebun tetangga dengan upah Rp50 ribu perharinya, itupun kalau dibutuhkan. Sungguh miris nasib Mama Berta, karna terjepit keadaan ekonomi Berta pun hingga kini tak mampu membawa anaknya untuk berobat ke rumah sakit.


“Untuk kehidupan sehari-hari saya rela turun ke kebun orang dengan upah Rp50 ribu per hari. Itupun kalau dibutuhkan. Karna kesulitan biaya hingga saat ini saya blum bisa bawa anak saya yang lumpuh untuk berobat”, ucap Mama Berta sambil mengusap air mata di pipinya

Baca Juga: Berikut Daftar Skuad Resmi Timnas U-20 Terbaru

Berta Bawung, seorang janda tua yang merindukan kesembuhan anaknya (Foto: Jhii Serlenso)
Setiap hari Mama Berta selalu dibebani dengan kisah pilu bercampur duka. Tinggal didalam gubuk bambu yang sudah kelihatan lapuk, namun ia tak pernah menyerah merawat putri kecilnya yang lumpuh.


“Kasian, setiap kali saya melihat anak seusianya, saya menangis memikirkan nasib anak saya yang seharusnya sudah bisa berjalan dan bermain dengan teman sebaya,” tuturnya.

Baca Juga: Simak! Begini Cara Cegah Korupsi di Sektor Pertambangan

Halaman:

Tags

Terkini