Sri Mulyani Ungkap Pemicu Prabowo Tiba-tiba Minta APBN Dihemat Rp306 T

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 07:13 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (Foto: Net)
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (Foto: Net)

JAKRTA, idenusantara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pemicu Presiden Prabowo Subianto mendadak meminta APBN 2025 dihemat Rp306 triliun.

Wanita yang akrab disapa Ani itu menyinggung 'sidak' yang dilakukan Prabowo ke Kementerian Keuangan pada 31 Desember 2024. Ia menegaskan momen itulah yang memantik sang Kepala Negara melakukan penghematan belanja.

"Saya sampaikan bahwa sesudah Bapak Presiden (Prabowo) hadir di acara tutup tahun (2024), beliau melihat beberapa dokumen anggaran yang sudah dan akan dilaksanakan di 2025 dari kementerian/lembaga (K/L)," ungkapnya dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK I 2025 di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (24/1).

"Itu yang makanya disebutkan beliau (Prabowo) melihat secara detail," tegas Ani.

Prabowo memang tiba-tiba datang ke Kemenkeu pada akhir tahun lalu. Berdasarkan keterangan di Instagram Sri Mulyani, sang Kepala Negara ikut menghadiri Rapat Tutup Kas APBN 2024 sekaligus meluncurkan coretax.

Momen tersebut juga dipakai Prabowo untuk membatalkan rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11 persen ke 12 persen. Ia mengumumkan bahwa kenaikan PPN mulai 1 Januari 2025 berlaku hanya untuk barang-barang mewah.

Baca Juga: Sri Mulyani Berikan Informasi tentang THR dan Gaji Ke-13 PNS: Ini Besaran Tahun Lalu

Bahkan, Sri Mulyani mengklaim Prabowo adalah presiden pertama di Indonesia yang datang untuk melihat langsung Rapat Tutup Kas APBN.

"Selama ini, Presiden (Prabowo) juga menyampaikan indikasi bahwa APBN perlu untuk dalam pelaksanaannya dilihat dari sisi efisiensi dan ketepatan sasaran. Serta tentu mengurangi berbagai belanja-belanja yang dianggap dampaknya terhadap perbaikan, penguatan perekonomian dan kesejahteraan, memperbaiki produktivitas, menciptakan growth, itu perlu untuk diperkuat," tuturnya.

"Oleh karena itu, Presiden (Prabowo) menyampaikan dalam instruksi untuk melakukan fokus anggaran agar makin efisien dan penggunaan anggaran akan ditujukan kepada langkah-langkah yang memang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat langsung, seperti makan bergizi gratis," imbuh Ani.

Ada dua sumber utama penghematan APBN 2025 yang diincar Presiden Prabowo.

Pertama, sang Kepala Negara memangkas anggaran belanja K/L senilai Rp256,1 triliun. Kedua, Prabowo memotong alokasi dana transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp50,59 triliun.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Gurih Menyegarkan! Resep Sup Ayam Kembang Tahu

Selasa, 13 Januari 2026 | 17:12 WIB

Bikin yuk! Resep Kue Jahe untuk Camilan

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:15 WIB
X