Selain diduga korupsi Dana BOS, Sekolah MIS Ruteng juga diduga menyunat upah dari 13 tenaga honorer, termasuk guru dan pegawai.
Besaran dan jumlah siswa penerima dana BOS pada sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Mengutip pemberitaan dari media liputantimur.com edisi 2 maret 2025, penerimaan Dana Bos MIS Amanah Ruteng tahun 2024-2025 sejumlah 385 siswa, dengan besaran penerimaan dana Bos per siswa Rp.1.100.000,00. Total dana Bos yang diterima sekolah sebanyak Rp.423.500.000/tahun.
Baca Juga: Ratusan Miliar Rupiah Dana BOS dan PIP Santri Tahap Satu Ditargetkan Cair Sebelum Lebaran
Masih dari sumber media Liputantimur.com, sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MIS) Amanah Ruteng pada tahun 2024-2025 juga memungut iuran untuk uang komite kepada siswa Rp.70.000 per bulan atau Rp.840.000 per tahun, dengan total secara keseluruhan dari 385 siswa sebesar Rp.323.400.000 per tahun.
Total pemasukan uang MI Amanah Ruteng dalam setahun yang bersumber dari uang iuran siswa dan dana BOS dengan jumlah RP.746.900.000.
Melansir dari berbagai sumber, berikut penjelasan singkat terkait apakah sekolah boleh memungut uang komite sekolah atau tidak.
Namun, meski memiliki pemasukan fantastis, sekolah ini justru diduga tidak membayar gaji 13 tenaga honorer, termasuk guru dan pegawai.
Praktik pungli di sekolah MIS Ruteng
Sesuai ketetapan komite, setiap siswa diwajibkan membayar Rp.70.000 per bulan, namun dana tersebut diduga dialirkan ke dua pos utama yang menimbulkan kecurigaan.
Sebanyak 40% atau Rp.184.800.000 per tahun dialokasikan untuk pembangunan sekolah, sementara 30% atau Rp138.600.000 per tahun mengalir ke Yayasan dan kolega, tanpa ada kejelasan penggunaannya.
Baca Juga: Terjaring OTT Dana BOS, Kejaksaan Sita Rp315 Juta Dua Pejabat Ditahan
Bahkan sumber terpercaya media Liputantimur.com yang dikutip media ini menjelaskan secara rinci, kalau setiap pencairan Dana BOS, sekolah wajib membayar utang kepada komite yang kini mencapai Rp150.000.000 untuk periode 2024/2025. Jumlah ini terus bertambah setiap tahun, membuat sekolah lebih sibuk melunasi utang ketimbang meningkatkan kesejahteraan guru atau memperbaiki fasilitas pendidikan.
Pada 3 maret 2025, media ini mencoba mengkonfirmasi terkait pemberitaan tersebut kepada kepala sekolah MI Amanah Ruteng bernama Syuaib Tahir, S.Pd melalui pesan WhatsApp, nomor pribadi milik Syuaib.
Merespon pesan WhatsApp tersebut (yang isinya kami tidak lampirkan dalam pemberitaan ini) kepsek Syuaib mengarahkan media ini untuk mengkonfirmasi langsung kepada humas sekolah.