parah (pengakuan warga)
• Aspal terkelupas dan membentuk lubang-lubang
kecil dan besar banyak dijumpai
• Ketebalan tidak rata serta banyak yang
bergelombang
• Dugaan kuat gunakan material ilegal
• Dugaan operasi AMP dan Crusher milik PT AKAS
tanpa kantongi izin produksi
• Pekerjaan Deuker banyak yang mangkrak
Anggaran Pemeliharaan Puluhan Miliaran Rupiah
Rusaknya jalan nasional di sepanjang ruas jalan Labuan Bajo-Malawatar-Kota Ruteng, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menjadi pertanyaan publik dan membuat heran di kalangan perusahaan konstruksi lokal. Pasalnya, ada dana retensi atau pemeliharaan jalan yang besarnya lima persen dari alokasi anggaran Rp125.7 Miliar tidak digunakan pihak terkait.
"Kalau kondisi jalan itu sekarang rusak parah, lantas dikemanakan dana retensi itu oleh Satuan Kerja (Satker) Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) wilayah III NTT," ujar salah satu kontraktor lokal asal kabupaten Manggarai yang namanya diminta untuk tidak dipublikasikan