Asphalt Mixing Plant (AMP) yang digunakan PT Anugerah Karya Agra Sentosa atau PT AKAS selaku Pelaksana atas Pekerjaan Penanganan Jalan Labuan Bajo-Malwatar-batas Kota Ruteng, senilai Rp125.755.753.000,00,- diduga tidak memiliki surat Izin Layak Operasi (SILO) alias Bodong.
Dugaan operasi AMP dan Crusher milik PT AKAS tanpa kantongi izin produksi dibenarkan Andreas Kantus, Kepala Seksi Minerba Geologi dan Air Tanah Cabdin ESDM Wilayah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat.
Ia mengatakan sampai saat ini PT. AKAS belum tercatat telah mengantongi izin produksi di data kementerian ESDM.
“Menurut Data Momi (Minerba One Map Indonesia-red) belum tercatat PT AKAS sudah memiliki IUP Operasi Produksi. bisa di Cek pada Website Perijinan.escdm.go.id,” terang Andreas Kantus seperti dikutip medialabuanbajo.com pada (6/5/2025).
Informasi dari sumber terpercaya dan fakta di lapangan
• Pekerjaan ruas jalan Labuan bajo-malwatar-batas
kota ruteng tidak mengerjakan rabat bahu jalan.
• Material tanah dan batu bekas galian dibiarkan
menumpuk di pinggir jalan.
• Beberapa titik drainase tertutup material tanah
longsor dan diabaikan PT Akas.
• Pekerjaan U-Ditch tidak tuntas serta
pengurangan volume
• Retakan dini yang tidak diperbaiki
• Sebelum PHO di beberapa titik jalan sudah rusak
Artikel Terkait
Proyek Jalan Milik PT Akas Rusak Parah,Anggaran Pemeliharaan Puluhan Miliar Dipertanyakan,PMKRI Ruteng: Penegak Hukum Harus Tegas Bertindak
Kualitas Proyek PT Akas Labuan Bajo-Ruteng Buruk,PMKRI Ruteng: Penegak Hukum Harus Tegas Bertindak, Kejati NTT: Kami Akan Lakukan Lid
Dikonfirmasi Soal Kualitas Jalan Nasional Labuan Bajo-Kota Ruteng,Santoso Bos PT Akas Blokir Nomor Ponsel Jurnalis
Menanti Kejelasan Kejati NTT Mengusut Tuntas Dugaan Korupsi Pada Proyek yang Dikerja PT Akas Jalan Labuan Bajo-Malwatar-Kota Ruteng
Produksi AMP PT AKAS di Manggarai Barat, Diduga Tidak Kantongi Izin, APH Diminta Turun Tangan