PMKRI Desak Kejati NTT Periksa PPK dan Kepala BPJN Wilayah III NTT, Pada Proyek Rp125.7 Miliar

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Jumat, 24 Juli 2026 | 20:17 WIB
Ketua Presidium Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng, Margareta Kartika.  (Foto: Dok. Istimewa media IDN.com)
Ketua Presidium Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng, Margareta Kartika. (Foto: Dok. Istimewa media IDN.com)

  parah (pengakuan warga)

• Aspal terkelupas dan membentuk lubang-lubang 

   kecil dan besar banyak dijumpai

• Ketebalan tidak rata serta banyak yang 

  bergelombang 

• Dugaan kuat gunakan material ilegal

• Dugaan operasi AMP dan Crusher milik PT AKAS  

  tanpa kantongi izin produksi

• Pekerjaan Deuker banyak yang mangkrak 

Anggaran Pemeliharaan Puluhan Miliaran Rupiah 

Rusaknya jalan nasional di sepanjang ruas jalan Labuan Bajo-Malawatar-Kota Ruteng, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menjadi pertanyaan publik dan membuat heran di kalangan perusahaan konstruksi lokal. Pasalnya, ada dana retensi atau pemeliharaan jalan yang besarnya lima persen dari alokasi anggaran Rp125.7 Miliar tidak digunakan pihak terkait. 

"Kalau kondisi jalan itu sekarang rusak parah, lantas dikemanakan dana retensi itu oleh Satuan Kerja (Satker) Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) wilayah III NTT," ujar salah satu kontraktor lokal asal kabupaten Manggarai yang namanya diminta untuk tidak dipublikasikan 

 

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X