daerah

10 Tahun Lumpuh, Warga Elar Selatan Tinggal di Kandang Butuh Uluran Tangan

Sabtu, 25 April 2026 | 06:55 WIB
Olivia Piang (34), warga Kampung Naju, Desa Teno Mese, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur yang lumpuh dan tinggal di gubuk reyot (Foto: Dok. WAPSN)



Idenusantara.com-Seorang perempuan bernama Olivia Piang (34), warga Kampung Naju, Desa Teno Mese, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, telah mengalami kelumpuhan total selama hampir 20 tahun. Mirisnya, Olivia kini terpaksa tinggal di bangunan menyerupai kandang di samping rumah saudaranya karena keterbatasan akses dan fasilitas.

Olivia Piang terlahir normal dari pasangan Damianus Lomes dan Marta Deda (almarhumah). Perubahan drastis terjadi saat Olivia berusia sekitar 10 tahun. Ia mulai menunjukkan gejala gangguan kejiwaan. Kondisinya memburuk saat berusia 15 tahun hingga mengalami lumpuh total dan tidak bisa berjalan sampai sekarang.

Baca Juga: Wujud NTT Penuh Kasih, Kapolres Manggarai Timur Salurkan Bantuan Untuk Tasia Anak Yatim Piatu di Elar

Karena keterbatasan ruang dan untuk memudahkan Olivia buang air besar, keluarga membangunkan sebuah bilik kayu sederhana berukuran kecil di samping rumah utama. Bilik tersebut ditempati Olivia seorang diri. Sang ayah, Damianus Lomes, kini tinggal di rumah lain, sementara Olivia sehari-hari dirawat oleh saudaranya, Petrus Basar.

“Kadang seharian dia tidak makan kalau keluarganya ke kebun atau bepergian. Mau ke rumah tetangga dia tidak bisa jalan,” ujar salah satu anggota keluarga yang enggan disebut namanya, pada Jumat (24/4/2026).

Menurut keterangan keluarga, Olivia sebenarnya tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari APBDes Teno Mese. Ayahnya juga terdaftar sebagai KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako. Namun, bantuan tersebut belum cukup untuk memperbaiki tempat tinggal maupun memenuhi kebutuhan khusus Olivia.

Baca Juga: Wujudkan Slogan NTT Penuh Kasih, Kapolda NTT Salurkan Bantuan Untuk Bayi Penderita Hidrosefalus di Manggarai Timur

Pihak keluarga menyebut kondisi kejiwaan Olivia diduga berkaitan dengan rasa malu akibat keterbatasan fisik dan harus buang air besar di tempat. Padahal, sebelum sakit, Olivia dikenal sebagai anak yang supel dan mudah bergaul dengan teman-temannya. Gejala kejiwaan yang lebih berat justru muncul setelah ia berusia di atas 20 tahun.

“Sudah hampir 10 tahun Olivia tidak keluar rumah. Kami hanya bisa pasrah dengan kenyataan yang ada. Harapan kami, ada yang bisa membantu agar Olivia mendapat tempat tinggal yang lebih layak,” tambah anggota keluarga tersebut.

Baca Juga: Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar, Prof. Dr. Otto Gusti; Kekuasaan Harus Berpihak Kepada Suara Dari Masyarakat Pinggiran

Hingga kini, Olivia sangat membutuhkan bantuan berupa pakaian layak, kasur, selimut, pampers dewasa, sembako, serta dukungan untuk renovasi tempat tinggal agar lebih manusiawi.

Bagi masyarakat yang tergerak untuk membantu, dapat menghubungi keluarga, pemerintah setempat atau langsung datang ke Kampung Naju, Desa Teno Mese, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur.Dari kisah Olivia kiranya pemda Manggarai Timur dan orang baik akan segera menolongnya.

 

Tags

Terkini