Jelas ada industri kosmetik yang berkembang pesat di Roma kuno.
Beberapa resep penggunaan bahan terapeutik, seperti kelopak mawar yang dihancurkan atau madu, untuk menaikkan alis.
Perawatan tubuh untuk bintik-bintik termasuk lemak ayam dan bawang.
Cangkang tiram tanah digunakan sebagai exfoliant dan campuran cacing tanah yang dihancurkan dan minyak sebagai penyamar uban.
Ada yang menyebutkan, kotoran buaya digunakan sebagai pemerah pipi.
Bisa jadi para penulis abad itu hanya ingin mengolok-olok upaya wanita yang sia-sia, tapi dari penemuan arkeolog mengatakan bahwa beberapa produk kecantikan memang terbilang aneh.
Sebuah wadah kosmetik kecil yang ditemukan di sebuah penggalian arkeologi di London pada tahun 2003 berisi sisa-sisa krim wajah Romawi berusia 2.000 tahun.
Saat dianalisis, ternyata dibuat dari campuran lemak hewani, pati dan timah.
5. Seperti 'ibu negara' masa kini, wanita Romawi memainkan peran penting dalam kampanye politik suami mereka
Wanita Romawi sendiri tidak dapat mencalonkan diri untuk jabatan politik, tetapi mereka bisa berperan dalam memengaruhi hasil pemilihan.
Grafiti dari tembok Pompeii memberikan bukti perempuan mendesak dukungan untuk kandidat tertentu.
Sebagian besar kaisar Romawi menyampaikan gambaran ideal tentang diri mereka sendiri dengan istri, saudara perempuan, anak perempuan, dan ibu mereka di seluruh kekaisaran.
Koin dan potret pahatan dirancang untuk menampilkan 'keluarga pertama' Roma sebagai unit yang harmonis dan erat, tidak peduli bagaimana kenyataannya.
Ketika Augustus menjadi kaisar pertama Roma, dia mempromosikan bahwa dia tetap sama seperti rakyatnya, yang lebih suka memakai pakaian wol sederhana buatan tangan wanita kerabatnya.
Pekerjaan membuat pakaian wol dianggap sebagai hobi yang ideal bagi seorang ibu rumah tangga Romawi yang patuh, sehingga terbentuk citra rumah tangga kekaisaran sebagai jaminan kesopanan moral.
Artikel Terkait
Terus Berbenah, Pembina dan Pimpinan Yayasan bersama Civitas UNADRI Rapat Persiapan Dokumen Akreditasi
Wouw, Biaya Perjalanan Dinas Bank NTT Tahun 2022 Mencapai 17,4 Miliar, Kepo Yuk, Kemana Saja Perjalanan Mereka
Sekolah di Kota Kupang Wajibkan Siswa Membeli Buku LKS, Orang Tua Meragukan Materi LKS