Sekolah di Kota Kupang Wajibkan Siswa Membeli Buku LKS, Orang Tua Meragukan Materi LKS

photo author
ay, Ide Nusantara
- Sabtu, 4 Februari 2023 | 12:02 WIB
Sekolah di Kota Kupang Wajibkan Siswa Membeli Buku LKS, Orang Tua Meragukan Materi LKS (Gambar Istrimewa)
Sekolah di Kota Kupang Wajibkan Siswa Membeli Buku LKS, Orang Tua Meragukan Materi LKS (Gambar Istrimewa)

 

IDENUSANTARA.COM - Siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Kupang diwajibkan untuk Membeli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk semua mata pelajaran. 

Baca Juga: Terus Berbenah, Pembina dan Pimpinan Yayasan bersama Civitas UNADRI Rapat Persiapan Dokumen Akreditasi

Wajib membeli buku LKS ini sudah terjadi dua semester berjalan, yakni semester Ganjil 2022 dan semester Genap 2023. 

Beberapa orang tua siswa yang tidak ingin disebutkan namanya dan nama sekolah anaknya, mengaku kaget kalau sekolah mewajibkan siswa untuk membeli buku LKS.

Baca Juga: UNADRI Berikan Beasiswa 4 Semester bagi Camaba Semester Genap, Ayo Buruan Daftar

Para orang tua mengaku buku LKS yang dibeli anak-anak pun sangat tidak layak, tipis, kualitas kertasnya jelek, bahkan materinyapun terkadang tidak nyambung dengan dunia siswa ketika kami membantu kerja. 

Ditanya soal harga buku LKS, para orang tua mengaku, buku LKS dijual Rp. 15.000,- per mata pelajaran. Mereka mengaku bingung, setau kami ada dana Bos yang digunakan untuk pengadaan buku untuk para siswa, atau sekolah menyiapkan buku untuk diajarkan kepada siswa, ini malahan dibebankan kepada siswa.

Baca Juga: Wouw, Biaya Perjalanan Dinas Bank NTT Tahun 2022 Mencapai 17,4 Miliar, Kepo Yuk, Kemana Saja Perjalanan Mereka

Menurut para orang tua siswa, diwajibkan membeli buku LKS sudah dua semester, sebelumnya masih menggunakan buku dari sekolah, dan materi dari buku sebelumnya jauh lebih berkualitas dan pas untuk siswa belajar. Mengapa tidak gunakan itu. 

Para orang tua berharap, harus ada pengawasan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Kupang terkait hal ini. Bagi mereka buku LKS ini sangat diragukan kebenaran materinya, karena tanpa ada penerbit, tim penyusun, tim ahli, editor dan Tahun terbit. "kami meragukan materinya, dan takutnya menyediakan materi-materi yang tidak pas untuk siswa, karena tanpa pengawasan pemerintah".

"Kami berharap sekali, Pak Kadis Pendidikan dan Kebudayaan harus bertanggung Jawab, apabila ada hal-hal dari materi yang tidak sesuai dengan lingkungan dan keadaan siswa". 

"Jujur saja, buku LKS yang dibeli dengan harga 15 ribu itu kualitasnya sangat jelek. Anak baru pakai sekali saja langsung sobek. Ini LKS atau kertas mainan. Tolong Pak Kadis, turun dan cek-cek di sekolah-sekolah, terlebih di sekolah swasta. Kami juga mau tau, Dana Bos dihitung peranak atau siswa di sekolah itu untuk apa saja, kalau buku-buku harus ddbeli lagi oleh siswa. Sekali lagi, Pak Kadis harus turun ke sekolah cek dan lihat sendiri buku LKS yang digunakan siswa. Dan mohon dianalisis materinya juga Pak, ada materi yang menurut kami orang tua sangat tidak pas untuk siswa" pinta dengan tegas salah satu orang tua, yang diminta tidak usah menuliskan nama dan nama sekolah.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: ay

Tags

Rekomendasi

Terkini

X