Bunga Krisan ini tidak hanya memiliki keindahan dan keunikan, tetapi juga memiliki manfaat yang besar.
"Bunga Krisan ini bisa digunakan untuk berdoa dan untuk orang tercinta," ungkap Mas Yoga.
Proses panen bunga Krisan ini dimulai dari jam tujuh pagi atau delapan pagi.
"Kita harus memanen bunga Krisan pada pagi hari untuk menjaga kesegarannya, kita mulai memanen dari jam tujuh atau delapan pagi," kata Ibu Winarsih.
Untuk branding bunga Krisan ini, kami menggunakan media sosial seperti TikTok dan Twitter.
"Kami membuat konten foto atau video pendek di TikTok untuk mempromosikan bunga Krisan dan meningkatkan kesadaran masyarakat luas tentang keindahan dan keunikan bunga Krisan," ujar Tus.
Baca Juga: Pemdes Golo Ndele kembali Buka Akses Jalan Baru antar Kampung
Ketua PMT Tus menyampaikan bahwa konten branding bunga Krisan memiliki banyak manfaat.
"Di antaranya bisa meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang keindahan serta keunikan bunga Krisan, mendorong minat masyarakat untuk membudidayakannya, dan tentunya ikut membantu meningkatkan penjualan bunga Krisan di pasar lokal maupun internasional," katanya.
Mahasiswa PMT Ilmu Komunikasi Unitri Malang berharap bahwa konten branding bunga Krisan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang keindahan dan keunikan bunga Krisan.
Dengan demikian, konten branding bunga Krisan ini dapat menjadi salah satu cara untuk mempromosikan keindahan dan keunikan bunga Krisan kepada masyarakat luas.
(Laporan: Myrtha Goreti)