IDE NUSANTARA.COM - Penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menuai banyak protes dari para calon manajer.
Keluhan terutama muncul karena sebagian peserta mendapat penugasan jauh dari domisili, bahkan hingga berbeda pulau, sehingga persoalan jarak penempatan dan tunjangan menjadi sorotan.
Informasi pengangkatan manajer Kopdes Merah Putih dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dan dapat diakses melalui laman resmi milik Simkopdes.
Baca Juga: Buru Loker NTT? Ada Gaji Rp15 Juta hingga Fasilitas Makan dan Akomodasi
Status kepegawaian para manajer tersebut juga telah ditetapkan sebagai Pekerja Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dengan masa kerja selama dua tahun.
Ramai Keluhan Penempatan Jauh dari Domisili
Usai pengumuman penempatan, akun media sosial Simkopdes dan PT Agrinas Pangan Nusantara ramai dibanjiri komentar dari calon manajer yang mengeluhkan lokasi penugasan jauh dari tempat tinggal mereka.
Sejumlah warganet mempertanyakan alasan calon manajer yang berdomisili di suatu daerah justru ditempatkan di wilayah lain, sementara posisi di daerah asal mereka disebut diisi oleh orang dari luar daerah.
“Dibilang daerah kami penuh dan kekurangan gerai, tapi kenapa provinsi lain ngisi Kopdes daerah kami? Kenapa enggak diutamakan kami yang berdomisili dulu?” tulis salah satu warganet di akun media sosial Simkopdes, @pra****s.
Baca Juga: Penempatan 28.626 Manajer Kopdes Sempat Molor, Agrinas dan Kementerian Saling Tuding
Keluhan serupa disampaikan akun @rab***0. Ia mengaku harus berpindah dari Sumatera ke Sulawesi untuk menjalankan tugas sebagai manajer.
“Saya dari Sumatera ke Sulawesi, sedangkan di kampung saya yang ngisi orang Jawa. Jadi, ini bagaimana maksud penempatannya?” tulisnya.
Sementara itu, akun @nur****1 mengaku mendapatkan penempatan yang jauh meski terdapat lokasi Kopdes yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.
“Ada Kopdes yang cuma beberapa menit dari rumah, malah terlempar jauh lintas pulau. Masa dekat diisi orang luar, sedangkan saya dilempar jauh,” tulisnya.