nasional

Bikin Geger! Kabut Asap Makin Pekat di Palangka Raya, Warga Sebut Jarak Pandang Cuma 50-100 Meter

Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:28 WIB
Warga keluhkan kabut asap pekat selimuti Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Threads/imyspsp)

IDE NUSANTARA.COM - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali bikin geger warga Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kondisi asap disebut semakin pekat hingga membuat jarak pandang warga hanya sekitar 50-100 meter.

Keluhan mengenai kondisi tersebut ramai dibagikan warga melalui media sosial. Sejumlah utas di platform Threads memperlihatkan kondisi Palangka Raya yang diselimuti kabut asap pekat hingga membuat suasana kota tampak berwarna kuning.

Salah satu warga melalui akun Threads @otousandeora04 menyebut kondisi asap pada Rabu, 7 Oktober 2026, menjadi yang terparah dibandingkan hari sebelumnya.

Baca Juga: Pendaftaran Seleksi Calon Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur Periode 2027–2032 Resmi Dibuka

“Hari ini paling parahnya asap kebakaran hutan di Palangka Raya melebihi dari kemarin yang indeks 4000-an lebih. Sudah gak terdeteksi indeks udara saking parahnya, eror semua indeksnya,” tulisnya.

Menurutnya, pekatnya kabut asap juga berdampak pada jarak pandang dan kondisi kesehatan warga. Ia menyebut jarak pandang saat itu diperkirakan hanya sekitar 50-100 meter.

“Jarak pandang mungkin hanya 50-100 meter aja. Naik motor mata sakit dan napas sesak, kasihan yang punya anak kecil dan bayi kalau gini,” imbuhnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pengguna Threads lainnya. Salah satu akun @imy****p mempertanyakan langkah penanganan terhadap kondisi kabut asap yang semakin parah.

Baca Juga: Lowongan Kerja MoraRepublic di Kupang dan Belu, Lulusan SMA/SMK Bisa Daftar

“Ini enggak ada tindakan apa-apa ya? Kalimantan Sekuning ini karena asap dan yang sana bilang ini normal?” tulis akun tersebut.

Warga lainnya juga mengaku sudah cukup lama tidak dapat menikmati pemandangan langit biru di Palangka Raya akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

“Ini kondisi Palangka Raya, 7 Oktober 2026. Sudah 3 bulan kami tidak melihat langit biru Kalteng yang bagus,” tulis akun @uko****r.

Selain jarak pandang yang menurun, kabut asap juga dikeluhkan berdampak terhadap kesehatan. Sejumlah warga mengaku mengalami sesak napas, mata dan tenggorokan terasa panas hingga kepala pusing akibat paparan asap.

Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, sejak penetapan status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni hingga 5 Oktober 2026, tercatat 801 kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Halaman:

Tags

Terkini