Gelar Kunjungan Kerja ke TTU, Gubernur NTT Tinjau Area Produksi Pangan

photo author
Gabrin Anggur, Ide Nusantara
- Rabu, 12 April 2023 | 23:26 WIB
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat melakukan panen raya padi Ciherang di Kabupaten TTU. Foto (Istimewa)
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat melakukan panen raya padi Ciherang di Kabupaten TTU. Foto (Istimewa)

Idenusantara.com - Memasuki hari ketiga dalam kunjungan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat beserta rombongan masih dalam wilayah TTU, ada tiga titik lokasi yang menjadi tujuan Gubernur yaitu lokasi panen padi jenis Ciheran dan penandaan hewan ternak yang ditandai pemberian tindik pada ternak sapi Kelompok Tani Mena Jaya di Mena, Desa Oepuah Utara-Kecamatan Biboki Moenleu, peninjauan lahan sorgum serta peninjauan Peternakan Ayam Petelur CV. Planet Farm di Desa Maukabatan Kecamatan Biboki Anleu, Rabu (12/4/2023).

Setelah melakukan penandaan sapi dan panen padi simbolis oleh Gubernur NTT, Bupati TTU, Ketua DPRD Kabupaten TTU beserta para pejabat lainnya, bersama masyarakat melakukan diskusi. Ada beberapa masyarakat yang menyampaikan permasalahan yang dihadapi terkait pertanian, peternakan, akses jalan, ketersediaan listrik dan permasalahan lainnya.

Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Plt. Kadis Pertanian, Trinimus Olin, dalam laporannya mengatakan bahwa areal persawahan Nino, Desa Oepuah Utara tempat panen simbolis ini mendapatkan sumber air dari Bendungan Mena.

Baca Juga: Tidak Kuat Menahan Nafsu, Sopir Travel Ini Nekat Bercocok Tanam dengan Janda Muda di Dalam Mobil

“Dari bendungan ini, sayap kiri mengairi lahan pertanian di wilayah Desa Oekolo dan Oesoko dan sekitarnya dengan luas lahan kurang lebih 513 hektare sedangkan sayap kanannya mengairi persawahan di Kecamatan Biboki Moenleu seluas 515 hektare. Dari 515 hektare, 377 hektare berada di Desa Oepuah Utara lokasi saat ini. Dari 377 hektare yang sudah diolah sebanyak 320 hektare, sedangkan sisanya akan diolah pada musim tanam berikutnya”, pungkasnya.

“Kelompok Tani Mena Jaya memiliki luas areal 20 hektare menyebar di beberapa lokasi, dan pada lokasi yang kita lakukan panen simbolis tadi dengan luas kurang lebih 2,5 hektare”, jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan sampel ubinan dan hasil yang didapatkan satu hektare mendapatkan hasil 7,68 Ton gabah kering panen. Kelompok tani ini merupakan salah satu kelompok binaan Dinas Pertanian Kabupaten TTU dan sekaligus juga merupakan penangkar benih yang nanti akan disertakan dalam proses sertifikasi dari label putih menjadi label ungu.

Baca Juga: Viral di Media Sosial, Dokter Muda di Medan Beradu Lidah dengan Pengendara Mobil

Selain tanaman padi, kelompok tani ini juga mengembangkan budidaya sorgum dari luas keseluruhan 100 hektare di Kabupaten TTU, lokasi dan luas areal milik Kelompok Tani Mena Jaya kurang lebih 3 hektare yang akan dipanen sekitar bulan Mei nanti.

Diakhir laporannya, ia juga menambahkan bahwa untuk ternak sapi, populasi yang direncanakan ditandai dalam tahun ini di Kecamatan Biboki Moenleu sekitar 9.377 ekor namun baru ditandai 33 ekor ditambah dengan 5 ekor hari ini.

Pada kesempatan yang sama ada beberapa masyarakat dalam diskusi tersebut menyampaikan masalah yang dihadapi seperti ketersediaan pupuk yang terlambat dan batas- batas ternak. Beberapa titik lokasi di Desa Oepuah Induk yang mengalami pengikisan aliran air sungai sampai pemukiman warga yang belum ditangani oleh pemerintah karena berdampak buruk untuk warga sekitar, akses jalan dari Oebubun ke Oepese yang terhambat karena sangat rawan dengan binatang buas (buaya), listrik, kurangnya saluran sekunder, tersier yang menyebabkan lambatnya aliran air dari sumber irigasi ke lahan pertanian, keterbatasan jalan tani yang mengakses hasil pertanian dari lokasi ke rumah.

Baca Juga: PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Reo Menggelar Kegiatan Bazzar Pasar Ramadhan Simpedes Tahun 2023

Dalam diskusi tersebut Gubernur VBL mengatakan bahwa air dan pupuk merupakan sumber penting dalam pertanian. Untuk mendapatkan sumber air yang baik, maka kita harus mampu menampung air saat melimpah sehingga tidak kekurangan saat kemarau dan kedepan pertanian dan peternakannya berjalan dengan baik.

Secara teknis juga dijelaskan oleh Kadis Pertanian Provinsi NTT Lecky F. Koli, STP, bahwa pengadaan pupuk ditangani oleh Kementerian Keuangan dan didisitribusikan oleh Kementerian Pertanian keseluruh Indonesia dengan menetapkan kuota per Provinsi/Kabupaten/Kecamatan sampai ke kios-kios pupuk. Kendala yang dihadapi, petani tidak masuk dalam e-alokasi sehingga tidak mendapatkan pupuk dan atau kios pupuk tidak punya cukup modal untuk menebus pupuk di gudang distribusi, sehingga Tim Pengendali Pengawasan Pupuk harus mengecek ketersediaan pupuk sebelum musim tanam atau melakukan kerjasama dengan Bank NTT sehingga dapat menghindari ijon.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gabrin Anggur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X