Terkait pupuk, Gubernur mengatakan bahwa selain didatangkan dari luar, kita juga harus menghasilkan pupuk sendiri. Untuk itu perlu adanya tim baik dari dinas terkait dari provinsi dan kabupaten, atau dari universitas dan sekolah-sekolah yang mampu ataupun gereja-gereja yang mampu untuk menghasilkan pupuk terbaik selain pupuk urea agar dapat menyelesaikan masalah ketergantungan terhadap industri pupuk.
Baca Juga: Kunjungan Kerja ke Kabupaten TTU, Gubernur VBL Tinjau Pos Lintas Batas Negara Napan
“Berkaitan dengan tindik sapi itu sangat menolong kita agar tidak dicuri. Seluruh ternak harus dikandangkan sehingga tidak mengganggu dan merusak semua tanaman. Harus ada keterlibatan pihak aparat dalam mengamankan dan menertibkan semua ternak yang merusak tanaman”, jelas Gubernur.
Mendukung hal tersebut Kadis Pertanian Provinsi NTT memberikan alternatif solusi dengan mengintegrasikan hasil tani dengan ternak, jerami setelah panen diawetkan menjadi silase untuk pakan ternak sehingga ternak dapat dikandangkan dan mengantisipasi kekurangan pakan di musim kemarau.
Diakhir diskusinya, Gubernur memberikan catatan penting kepada Bupati agar segera menindaklanjuti ekosistem untuk pakan ternak, skema pembuatan pupuk sudah bisa berjalan, dan segera mengusulkan proposal jalan usaha tani serta saluran-saluran tersier yang bisa kita intervensi.
Baca Juga: Uskup Denpasar, Mgr. Silvester San, Ajak Umat Supaya Belajar Rendah Hati dan Lebih Banyak Melayani
Mengakhiri kunjungan kerjanya di TTU, Gubernur beserta rombongan langsung menuju peninjauan sorgum milik Kelompok Tani Mena Jaya dan peninjauan lokasi peternakan ayam petelur milik CV. Planet Farm dengan luas lahan 5 hektare dengan produksi telur 90,22 ton/bulan. Tidak hanya itu, Gubernur juga menyaksikan langsung pengguntingan pita oleh Bupati TTU dan penyerahan sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) Tingkat I oleh Pemerintah Provinsi NTT kepada Pemilik CV. Planet Farm, dan catatan penting dari Gubernur, setelah ini hasil produk telur sudah bisa diekspor ke RDTL.**
Artikel Terkait
Menapak Jalan Salib Tuhan di Wolotopo; Umat Berurai Air Mata
YOHANES OCI : Kacabjari Manggarai Di Reo Harus Proses Hukum Ketua Yayasan SMK Mutiara Bangsa Reo
Kunjungan Kerja ke Kabupaten TTU, Gubernur VBL Tinjau Pos Lintas Batas Negara Napan
Tidak Kuat Menahan Nafsu, Sopir Travel Ini Nekat Bercocok Tanam dengan Janda Muda di Dalam Mobil
Viral di Media Sosial, Dokter Muda di Medan Beradu Lidah dengan Pengendara Mobil
PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Reo Menggelar Kegiatan Bazzar Pasar Ramadhan Simpedes Tahun 2023