Pentingnya Literasi Dalam Memanfaatkan Teknologi Digital

photo author
ay, Ide Nusantara
- Kamis, 27 Juli 2023 | 16:36 WIB

 

IDENUSANTARA.COM Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan, kehadiran teknologi digital sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat mempertegas bahwa tengah berada di era percepatan transformasi digital. Pada awal tahun 2022 jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 204,7 juta orang atau meningkat 2,1 juta dari tahun sebelumnya.

"Saya yakin angka ini akan terus meningkat dari tahun ke tahunnya. Namun, masifnya penggunaan internet di Indonesia harus diakui membawa serta berbagai risiko seperti penipuan online, hoax, cyber bullying dan konten-konten negatif lainnya," kata Semuel saat membuka diskusi secara daring bertajuk Konten Digital Kita Punya Hak Cipta?, pada Selasa, 25 Juli 2023.

Karena itu, Samuel melanjutkan, peningkatan penggunaan teknologi ini perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak, dan tepat guna. Survei nasional literasi digital yang dilakukan pihaknya pada tahun lalu menemukan bawah saat ini indeks tingkat literasi digital masyarakat Indonesia masih berada pada angka 3,49 dari skala 5.

"Artinya masih dikategori sedang, belum mencapai kategori baik, angka ini perlu terus kita tingkatkan dan menjadi tugas kita bersama untuk membekali masyarakat dengan kemampuan literasi digital agar selalu siap dalam mengawal percepatan transformasi digital nasional," ujarnya.

Menurutnya, Kementerian Kominfo mendapatkan mandat dari Presiden Joko Widodo sebagai garda terdepan dalam memimpin upaya percepatan transformasi digital bangsa Indonesia. Dalam mencapai visi dan misi tersebut Kementerian Kominfo memiliki peranan sebagai regulator, fasilitator dan akselerator di bidang digital Indonesia.

"Kominfo bersama gerakan nasional literasi digital (Siberkreasi), serta mitra dan jejaringnya hadir untuk memberikan pelatihan literasi digital yang menjadi kemampuan digital dasar bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Berbagai pelatihan literasi digital yang kami berikan berbasis 4 pilar utama yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital," kata dia.
Menurutnya, hingga tahun 2021 lalu program literasi digital ini telah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat di 514 kabupaten kota pada 34 provinsi di seluruh Indonesia. "Peningkatan literasi masyarakat adalah pekerjaan besar. Karena itu, kami tidak dapat bekerja sendiri, diperlukan kolaborasi yang baik agar tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital ini," ujar Semuel.

Praktisi Hukum dan Literasi Digital Bhredipta Cresti Socarana, mengatakan, kemudahan teknologi saat ini membuat masyarakat dihadapkan pada dua, yakni bisa menyebarkan atau mendistribusikan informasi karya konten ciptaannya dengan sangat mudah dan membuat masyarakat mudah menduplikasi, me-resharing, atau me-reupload, bahkan mengakui bahwa itu miliknya yang padahal itu milik orang lain.

"Itu dilemanya sehingga harus ada kemauan bersama dari konten kreatornya, warganet, pemangku kebijakan, dan pemangku kepentingan untuk sama-sama. Ya, kita harus menghormati hak cipta, instrumen hukumnya, instrumen teknisnya, dan upaya edukasi, untuk bersama bagaimana kita mengoperasionalkannya," kata Bhredipta.

Visual Artist dan Co-founder Metarupa, Diela Maharani, meminta pemerintah untuk menyebarkan dan mengedukasi terkait copyright hak cipta. Sebab banyak konten kreator yang belum menyadari soal hak cipta.

"Juga bagaimana caranya mendaftarkan hak cipta dan paling mudah caranya seperti apa, ini salah satu hal yang penting untuk disosialisasikan," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: ay

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X