pemerintah

Perkuat SDM Panwascam; Bawaslu Ende Gelar Kegiatan Konsolidasi Pengawasan Tahapan Pemilu

Selasa, 13 Desember 2022 | 19:04 WIB
Potret kegiatan konsolidasi pengawasan tahapan pemilu (Foto:Ide Nusantara/FD)

 

 

IDENUSANTARA.COM- Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ende, NTT menggelar kegiatan konsolidasi pengawasan  tahapan pemilu antar Bawaslu dan Panitia Adhoc.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Hotel Ikhlas, Ende pada Selasa 13/12/2022 dan dihadiri 42 orang panwascam yang terdiri atas 21 orang Koordinator Divisi SDMO DIKLAT dan DATIN serta 21 orang Koordinator Divisi H2HP dari 21 Kecamatan.

Panitia penyelenggara, melalui laporannya menyebut kegiatan ini berlangsung selama 3 hari terhitung sejak 13-15 Desember 2022. Dengan tujuan

Ketua Bawaslu Ende, Dr. Natsir B. Kotten, M. PD, dalam sambutan pembuka kegiatan menyebut pemilu kali ini merupakan penyelenggaraan pemilu terberat.

Baca Juga: 3007 Orang Honorer di Lingkup Pemda Ende Akan Diberhentikan Awal Tahun 2023

Karenanya, Panwascam perlu dibekali dengan pengetahuan yang mumpuni melalui kegiatan-kegiatan seperti demikian agar terciptanya pengawas pemilu di tingkat kecamatan yang berkualitas dan profesional.

Lanjut Natsir, Bawaslu Ende terus berkomitmen mewujudkan pemilu berkualitas yang dimulai dengan meningkatkan pengetahuan panwascam melalui kegiatan seperti Konsolidasi, Fasilitasi dan Sosialisasi.

Pantauan idenusantara.com, peserta dalam kegiatan ini dibekali pengetahuan terkait penyelenggaraan pemilu oleh sejumlah pemateri dari beberapa lembaga diantaranya Kesbangpolda Ende, KPU Ende dan Akademisi.

Baca Juga: Difabel di Ende Sebut Bantuan Kemensos Melalui Sentra Efata Bagai Roh Untuk Mereka; Mereka Merasa Ada

Pada sesi pertama, peserta tampak antusias menerima materi Kebijakan Pemerintah Daerah dari Kesbangpolda Ende yang dibawakan Gabriel Dala.

Di sesi ini, sederet konflik di Kabupaten Ende dan upaya penyelesaiaannya diuraikan pemateri dan disimak peserta. Tak hanya itu, beragam contoh penyelesaian konflik terkait pemilu juga diuraikan.

Peserta juga diarahkan untuk memahami dan memetakan potensi konflik di wilayah kecamatannya masing-masing untuk meminimalisir segala peluang pelanggaran penyelenggaraan pemilu.

Baca Juga: Kasihan; Bunga Gadis Kecil Wewaria Jadi Korban Nafsu Sesat Ayah Kandung

Halaman:

Tags

Terkini