Idenusantara.com - Dalam rangka menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unika St. Paulus Ruteng sukses menggelar seminar bertema “Membangun Pendidikan Sosial dalam Mempertahankan Kultur Budaya di Era Disrupsi”.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Utama Timur (GUT) lantai lima ini menjadi momen penting untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan intelektualitas mahasiswa.
Meski tidak dilangsungkan tepat pada 2 Mei sebagai puncak perayaan Hardiknas, kegiatan seminar ini tetap disambut antusias oleh para mahasiswa. Semangat kebersamaan dan semangat belajar terpancar dalam partisipasi aktif seluruh peserta yang hadir.
Kegiatan ini digagas dan diselenggarakan langsung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP, sebagai wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam memaknai pendidikan tidak hanya sebatas teori, tetapi juga aksi nyata yang relevan dengan dinamika zaman.
Salah satu pembicara yang menjadi pusat perhatian adalah Bernardus Tube Beding, M.Pd., Koordinator UKM Literasi Sastra sekaligus Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di FKIP Unika St. Paulus Ruteng. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya menulis sebagai sarana perjuangan intelektual dan budaya.
“Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Melalui tulisan, individu membangun kehidupan dan kebudayaan. Bahkan, kemerdekaan bangsa ini lahir karena kekuatan tulisan,” ungkapnya di hadapan peserta seminar.
Bernardus juga menekankan bahwa menulis bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi bagian penting dari proses berpikir kritis dan reflektif. Mahasiswa, menurutnya, harus menjadikan tulisan sebagai media untuk mengolah realitas dan memperkuat identitas kebudayaan.
“Mahasiswa perlu menghasilkan karya tulis yang berkualitas agar mampu menjadi agen perubahan sosial. Tulisan memiliki kekuatan untuk mengubah cara berpikir dan cara bertindak,” tambah dosen asal Lembata tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FKIP Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Yohanes Mariano Dangku, S.Fil., M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan sejati adalah pendidikan yang membebaskan manusia dari belenggu ketidaktahuan dan penindasan.
“Pendidikan merupakan proses pembebasan. Melalui pendidikan, individu bisa mengembangkan seluruh potensi dirinya, menjadi pribadi yang merdeka, mandiri, dan berani mengambil keputusan,” tutur Dekan FKIP Unika St Paulus Ruteng.
FKIP Unika St. Paulus Ruteng terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga humanis dan transformatif. Seminar ini merupakan bagian dari berbagai upaya fakultas dalam mendorong mahasiswa menjadi insan pembelajar yang berpikir kritis, kreatif, serta peduli terhadap nilai-nilai budaya lokal di tengah derasnya arus disrupsi global.
Dengan semangat Hardiknas, FKIP Unika St. Paulus Ruteng menegaskan kembali visinya: membentuk pendidik yang tidak hanya cakap dalam ilmu, tetapi juga tangguh dalam budaya dan moralitas.***
Artikel Terkait
Tingkatkan Kualitas Akademik, Unika St Paulus Ruteng Perkuat Jaringan Lembaga dan Jalin Kerjasama dengan Divine Word College of Calapan
Asistensi Paskah di Stasi Jong, Mahasiswa PGSD Unika St Paulus Ruteng Gelar Bakti Sosial Bersih Lingkungan Pasar
Unika St Paulus Ruteng Gelar Kuliah Umum Bertemakan Tantangan Kualitas SDM NTT di Era Peradaban Digital
Mahasiswa UNIKA St. Paulus Ruteng Wakili NTT Dalam Ajang Pemilihan Putra-Putri Budaya Tingkat Nasional Tahun 2025
Kunjungi Panti Asuhan Cinta Kasih, Upaya Mahasiswa Unika St Paulus Ruteng untuk Wujudkan Kepedulian Sosial