Baca Juga: Akreditasi Unggul Terbanyak , Kampus Unika Ruteng Didaulat Sebagai Kampus Berkualitas di NTT
Menurut Kanisius, kehadiran berbagai platform digital, media pembelajaran interaktif, dan sumber belajar daring memberikan peluang besar bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, fleksibel, dan berorientasi pada pencapaian outcome pembelajaran.
Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital kini menjadi salah satu kompetensi yang wajib dimiliki calon guru agar mampu mengikuti perkembangan dunia pendidikan yang terus berubah.
Pada sesi terakhir, perhatian peserta tertuju pada materi mengenai kecerdasan buatan yang disampaikan oleh Pangkarius Buyung Teno, S.Pd. melalui topik "Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pembelajaran Matematika: Peluang dan Tantangan."
Dalam pemaparannya, Pangkarius menjelaskan bahwa AI telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran matematika. Teknologi tersebut memungkinkan terciptanya pembelajaran yang lebih personal, interaktif, dan adaptif sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik.
"Kecerdasan buatan memberikan peluang besar dalam menciptakan pembelajaran yang lebih personal, interaktif, dan adaptif melalui analisis kebutuhan belajar siswa serta penyediaan umpan balik yang lebih cepat," jelasnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus disertai kesiapan guru dalam memahami teknologi tersebut. Selain itu, aspek etika dan literasi digital harus menjadi perhatian agar teknologi tidak disalahgunakan dan tetap memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan.
Diskusi yang berlangsung sepanjang seminar menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa dalam memahami berbagai perubahan yang sedang terjadi dalam dunia pendidikan matematika. Berbagai pertanyaan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan implementasi OBE, tetapi juga tentang bagaimana guru masa depan dapat memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan calon guru yang tidak hanya mampu mengajar di depan kelas, tetapi juga memiliki kompetensi abad ke-21 yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Di tengah percepatan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang terus berlangsung, guru matematika dituntut menjadi sosok yang inovatif, adaptif, profesional, serta mampu mengintegrasikan teknologi dan kearifan lokal dalam proses pembelajaran yang bermakna.
Artikel Terkait
BGN Terapkan Efisiensi Distribusi MBG, Sistem Bundling Dihentikan
Lintas Iman di Iduladha: Gereja Katolik Indonesia Bagikan Sapi dan Kambing untuk Umat Muslim
Dari Kalikur WL, Lembata: 23 Ekor Kambing Tebar Harapan, Peternak Sambut Masa Depan Baru
Ave Maria Night: Gagasan 10 Tahun Lalu Berbuah Nyata, Ribuan Doa Menggema di Kaki Bunda Maria Teluk Gurita
Brasil Tampar Panama: Vinicius Buka Pesta, Tim Samba Kirim Kode Keras ke Rival Piala Dunia 2026
"Minggu Kasih" di Wogo: Polisi Polres Ngada Sambangi Jimi Longa, Anak Yatim yang 10 Tahun Jual Wortel Demi Sepiring Nasi