Tak Lagi Sekadar Mengajar, Calon Guru Matematika di Unika Ruteng Dituntut Kuasai Kompetensi Abad 21

photo author
Gordianus Jamat, Ide Nusantara
- Senin, 8 Juni 2026 | 14:43 WIB
Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng menggelar seminar pada Sabtu, 6 Januari 2026 (Foto: Humas Prodi Matematika Unika Santu Paulus Ruteng)
Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng menggelar seminar pada Sabtu, 6 Januari 2026 (Foto: Humas Prodi Matematika Unika Santu Paulus Ruteng)

OBORTIMUR.COM - Peran guru matematika di era digital kini tidak lagi sebatas menyampaikan materi pelajaran di ruang kelas. Perkembangan teknologi, perubahan karakteristik peserta didik, serta tuntutan dunia pendidikan yang semakin kompleks menuntut calon guru memiliki kompetensi yang jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya. Mereka dituntut mampu berpikir kritis, menguasai teknologi digital, memahami konteks sosial budaya masyarakat, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran.

Isu tersebut mengemuka dalam Seminar Rutin Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng yang mengangkat tema "Transformasi Pembelajaran Matematika Berbasis Outcome-Based Education (OBE)", Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 200 mahasiswa Pendidikan Matematika itu menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas bagi para calon guru dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.

Baca Juga: Ditempa 20 Hari dalam Keheningan Novisiat, 29 Mahasiswa Unika Ruteng Siap Menjadi Terang di Tengah Krisis Makna

Seminar menghadirkan lima narasumber yang membahas berbagai aspek penting transformasi pendidikan matematika, mulai dari rekonstruksi kurikulum, tantangan pembelajaran di sekolah, etnomatematika, transformasi digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Maximus Tamur, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan tidak bisa dihindari.

"Karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk mempersiapkan calon guru yang mampu menjawab kebutuhan zaman," tegas Dr. Maximus. 

Menurutnya, transformasi pembelajaran matematika harus menjadi perhatian utama agar lulusan yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.

"Transformasi pembelajaran matematika merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tuntutan dunia pendidikan masa depan," jelas Dr. Maximus Tamur.

Baca Juga: Mahasiswa Unika Ruteng Buktikan Kualitas, Menang Kompetisi dan Direkrut Perusahaan Digital

Ia menjelaskan bahwa Program Studi Pendidikan Matematika berkomitmen menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional sebagai pendidik abad ke-21.

"Tidak hanya menguasai konsep dan teori matematika, mahasiswa juga dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi, memahami dinamika sosial budaya, serta mampu mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik," ujarnya. 

Lebih lanjut, Dr. Maximus mengatakan bahwa seminar rutin yang diselenggarakan program studi merupakan bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa terhadap berbagai isu strategis dalam pendidikan matematika.

"Seminar rutin ini menjadi bagian dari strategi program studi dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai berbagai isu aktual pendidikan matematika, mulai dari pengembangan kurikulum, pembelajaran di sekolah, etnomatematika, transformasi digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan," imbuhnya.

Baca Juga: “Profesionalisme Guru Diukur dari Integritas”: Pesan Tegas di Pengukuhan PPG Unika Santu Paulus Ruteng

Salah satu isu utama yang mendapat perhatian dalam seminar tersebut adalah pentingnya rekonstruksi kurikulum pendidikan matematika agar mampu menjawab tantangan masa depan. Materi ini disampaikan oleh Dr. Kristianus Viktor Pantaleon, M.Pd. melalui topik "Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Matematika Masa Depan: Penguatan Komunikasi Matematis melalui OBE, Etnomatematika, dan AI."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X